27 Februari 2011

Menghias Sebagian Malam dengan Sholat Tahajud

Oleh : Mochammad Moealliem

Lakukanlah sholat wajib di waktu awal malam, juga saat terbenamnya mega merah, dan akhir malam. Yaitu sholat Maghrib, Isya, dan Subuh. Jika itu sudah bisa dilakukan dengan istiqomah, maka dari sebagian malam itu gunakanlah untuk tahajud sebagai kesunahan.

Malam itu dimulai sejak terbenamnya matahari, dan diakhiri dengan terbitnya matahari, sekitar satu jam pertama adalah waktu untuk menunaikan sholat maghrib, dan sekitar satu jam terakhir untuk menunaikan sholat subuh, dan sisa waktu diantara keduanya adalah waktu sholat isya.

Lalu kapan waktu tahajudnya?

Waktu tahajud ya kapan saja asalkan sudah diwaktu malam, atau setelah maghrib dan sebelum subuh. Dengan catatan dia udah tidur duluan, namanya juga tahajud, kalau diartikan bahasa jawa itu "nglilir" atau terjaga setelah tidur, setelah terbangun itu kita boleh sholat apa saja, yang penting sholat wajibnya sudah dilakukan terlebih dahulu, dan sholat setelah terbangun itu bisa juga disebut tahajud. Sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud, sholat muthlaq, nah sebelum subuh tiba kita tutup dengan witir.

Waktu tahajud yang baik kapan?

Menyoal waktu penulis pikir lebih cepat adalah lebih baik, jika kita mengacu bahwa kita tidak tahu kapan kita punya waktu hidup, namun sesuai aturan yang baku waktu terbaik di sepertiga malam yang terakhir. Kita bisa menghitung seperti ini :

Maghrib pukul 18.00 – subuh pukul 4.30

Maka waktu malam totalnya 10 jam 30 menit dibagi tiga = 3 jam 30 menit

1/3 yang pertama : 18.00 – 21.30
1/3 yang kedua : 21.30 – 01.00
1/3 yang ketiga : 01.00 – 04.30

Apa sih keuntungannya?

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)

Nabi Muhammad saw bersabda:

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

Niat dan doanya bagaimana?

Sebenarnya mah urusan niat itu urusan hati, namun kalau pengen konsep resmi seperti ini :

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

Nah, kalau sudah selesai melakukan sholat silahkan berdoa dengan bahasa yang anda pahami, karena Allah memahami semua bahasa, namun kalau mau doa yang resmi seperti ini:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:


1120 - حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِى مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - قَالَ كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ قَالَ « اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ ، لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ ، وَالنَّارُ حَقٌّ ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ ، وَمُحَمَّدٌ - صلى الله عليه وسلم - حَقٌّ ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ، وَبِكَ خَاصَمْتُ ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ ، فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ - أَوْ لاَ إِلَهَ غَيْرُكَ - » . قَالَ سُفْيَانُ وَزَادَ عَبْدُ الْكَرِيمِ أَبُو أُمَيَّةَ « وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ » .
قَالَ سُفْيَانُ قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِى مُسْلِمٍ سَمِعَهُ مِنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - .
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

Rokaatnya berapa maksimal ustadz?

Untuk tahajud maksimal 8 rokaat dengan formasi 2-2-2-2, tapi kalau mau nambah sholat taubat, sholat tasbih, sholat hajat, silahkan saja, karena waktunya sangat bernilai, atau banyak baca istighfar atau dzikir yang lain.

Allim
Jakarta, Minggu 27 Februari 2011
Ya Allah jadikan kami orang yang mampu isiqomah

[+/-] Selengkapnya...

26 Februari 2011

Orang Tampan Yang Terancam

Orang Tampan Yang Terancam
Oleh : Mochammad Muallim

Kebanyakan orang akan berusaha keras untuk menjadi tampan jika memungkinkan, apalagi jika itu yang menjadi andalan, dan terlebih belum punya pasangan he he he. Menurut penulis ada tiga hal yang bia dibuat andalan banyak orang untuk mempermudah urusan, pertama pintar, kedua punya uang, ketiga tampan. Yang paling beruntung yang punya ketiganya, yang paling rugi yang tidak punya semuanya.

Nah untuk itu perhatikan catatan ini, dan anggaplah pembaca adalah orang yang tampan yang saya catat ini. Namun kalau dipaksa seperti apapun anda tidak bisa dibilang tampan, ya sudah, namun yang jelas orang yang tidak tampan saat ini dalam posisi aman jika hendak berkunjung ke Timur Tengah.

Pembaca tentu tahu, orang tampan fotonya ada dimana-mana, setiap sudut kota, bahkan disetiap rumah ada, dan itu bertahun-tahun dibiarkan menghiasi rumahnya, namun untuk saat ini di Timur Tengah terjadi perubahan, foto yang menjadi bukti ketampanan mulai terancam bahkan sebagian sudah dibuang begitu saja.

Kita bisa melihat preiden Irak Saddam Husein, yang dulu fotonya terpampang dimana-mana, bahkan sebelum gayus jadi tren masa kini, Saddam sudah punya tren "kembar" jadi ada beberapa orang entah mirip atau mengikuti tren, layaknya sang idola.

Tunisia tak jauh beda, orang tampan di negeri itu, fotonya juga sudah dirobek dengan duri (revolusi) melati, karena takut ketampanannya hilang dia memilih mengungsi dengan berbagai bekal untuk membayar perawatan wajah dan mungkin muka temboknya he he he.

Karena perjalanan dari Tunisia menuju Saudi Arabia melintasi Mesir, mungkin udara Mesir mengalami polusi udara terlebih pesawatnya terlalu berat membawa emas batangan, jadinya suhu udara Mesir yang lagi musim dingin menjadi panas dan membakar Tahrir square lebih dari 2 minggu, akhirnya terbakarlah foto orang cakep di negeri itu, meskipun sudah dilumuri bahan pengawet mumi. Namun karena produk pengawet mumi sudah kadaluarsa hanya mampu bertahan 19 hari.

Demi menyelamatkan wajah dan rambut hitamnya, kabarnya orang tampan itu hanya pindah ke tempat yang lebih aman, sambil merenungi kisah-kisah orang tampan yang terancam saat bertamu pada seorang bijak yang lokasinya tak jauh dari Sharm Syeikh atau Sinai.

Pada waktu itu orang-orang tampan ini melewati Mesir sebelum menuju sebuah kota yang menjadi momok bagi orang tampan, karena di kota itu moralitas masyarakatnya sudah terbolak-balik, kalau saat ini kan moralitas pemimpin yang terbolak-balik.

Di kota itu perempuan cantik tidak laku (HaaH!), yang laku adalah laki-laki tampan, saat di Mesir orang-orang tampan itu bertemu dengan kerabat orang bijak di kota yang rusak itu. Lalu mereka memberi kabar bahwa mereka akan menyelamatkan orang bijak itu.

Perbedaan orang tampan saat itu dengan saat ini berbalikan, kalau dulu orang tampan yang menolong orang, tapi saat ini orang tampan yang minta tolong.

Akhirnya datanglah mereka ke kota yang mencekam bagi orang-orang cakep, dan berpapasan dengan dua orang gadis cantik, lalu mereka menyapa dan minta izin ketemu ayahnya. Gadis itu bingung harus menjawab apa? Padahal itu bukan pertanyaan tentang cinta, dan bukan pula gadis itu gila orang tampan. He he he. Hanya karena keberadaan tamu bagi ayahnya akan jadi masalah besar dalam lingkungannya.

Gadis itupun lalu meninggalkan rombongan orang cakep itu dan menyampaikan pada ayahnya bahwa ada orang yang hendak bertemu dengan ayah, sang ayah pun mengatur waktu yang tepat agar tamu asing yang datang ke negerinya itu aman, nyaman dan terlindungi selama masa kunjungannya. Pun juga agar anak serta istri tidak membocorkan pada media, karena ini bisa membahayakan tamu.

Waktu yang ditentukan adalah malam hari saat masyarakat sekitar tidur, atau minimal sudah tidak keliaran di luar rumah, mungkin sih masih ada yang facebookan atau twiteran, pejemputan tamu berhasil sukses tanpa ada kecurigaan dari warga yang kena penyakit akut, namun karena mungkin si istri ini ingin berbagi kabar yang rahasia, atau mungkin pencetus wikileaks jaman dulu, akhirnya dia sebarkan berita itu dengan media semacam facebook dan twiter, hingga massa berbondong-bondong secara cepat mirip gerakan revolusi di Mesir.

Mereka lalu mengepung istana nabi Luth, menggedor-gedorkan pagar dan pintu, nabi Luth juga manusia tentu kepanikan itu tampak pada raut mukanya, pun juga malu pada tamunya yang tidak bisa menjamin keselamatan mereka. Massa sih tidak bermaksud melengserkan nabi Luth, hanya saja berharap tuntutan mereka terpenuhi, jika tidak maka pengusiran pun akan dilakukan seperti halnya para demonstran Mesir mengusir orang tampan di negerinya.

Nabi Luth mencoba bernegoisasi dengan memberi kemudahan bagi siapa yang mau menikahi dua putrinya sebagai ganti dari kebebasan dua orang tamu itu. Massa tidak begitu merespon dan berkata "Engkau tahu yang aku mau".

Makin bingung, bagaimana menyelamatkan dua orang tampan ini?

Untungnya orang tampan ini adalah malaikat yang diutus Allah untuk menyelamatkan nabi Luth, bukan minta tolong untuk dilindungi seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini.

Anehnya isterinya masih tidak percaya dengan ucapan malaikat itu, ketika diberitahu kode evakuasi adalah "tidak menoleh kebelakang", siapa yang melanggar kode akan terkena revolusi angin ribut beserta hujan deras bonus gempa bumi.

Maka untuk apa pembaca ingin jadi orang tampan kalau tidak bisa menyelamatkan diri anda sendiri???

Referensi : QS.7:80, QS.11:77, dan ayat-ayat tentang Luth

Allim
Jakarta, Sabtu 26 Februari 2011
Ya Allah jadikanlah kami orang tampan yang Engkau ridloi


[+/-] Selengkapnya...

08 Agustus 2010

Doa Jibril Menjelang Ramadhan Yang Kontroversial

Doa Jibril Menjelang Ramadhan Yang Kontroversial
Oleh : Mohammad Muallim

Banyak orang muslim, ketika mendapat pesan pendek baik lewat internet dan sms, lalu ada kata sebarkan, mereka dengan sukarela melakukannya, tanpa berfikir panjang apa isi pesan itu, apalagi hal itu didukung dengan keyakinan tinggi bahwa hal itu adalah ibadah.

Padahal hal semacam itu adalah "qila wa qol" kabar burung ( dikatakan orang lalu kita ikut mengatakan) dan hal semacam itu dibenci oleh Allah.

Dalam shohih bukhari disebukan :

1407 - حدثنا يعقوب بن إبراهيم حدثنا إسماعيل بن علية حدثنا خالد الحذاء عن ابن أشوع عن الشعبي حدثني كاتب المغيرة بن شعبة قال كتب معاوية إلى المغيرة بن شعبة أن اكتب إلي بشيء سمعته من النبي صلى الله عليه و سلم فكتب إليه : سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول ( إن الله كره لكم ثلاثا قيل وقال وإضاعة المال وكثرة السؤال )
[ 2277 ، 5630 ، وانظر 808 ]
[ ش ( قيل وقال ) الاشتغال بما لا يعني من أقاويل الناس . ( إضاعة المال ) بإنفاقه في المعاصي أو الإسراف فيه في المباحات . ( السؤال ) طلب أموال الناس أو السؤال في العلم عما في دنيا أو آخرة ]

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah membenci 3 hal pada kalian, qila wa qol, menyia-nyiakan harta, dan kebanyakan bertanya.

(qila wa qola) sibuk dengan kata orang yang tidak berguna

Anehnya, di Indonesia hal semacam itu musiman, kalau bulan Ramadan begini yang sering muncul adalah doa jibril yang tidak jelas sumbernya, seperti penulis kutip dibawah ini:

"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
- Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
- Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
- Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan "Amiin" sebanyak 3 kali.

Mungkin karena keterbatasan pengetahuan tentang hadits, jadi percaya aja apa yang masuk dalam inboxnya, lalu dikirm ke teman-teman yang lain, anpa pernah tahu apakah itu benar atau HOAK?

Untuk membuktikan itu memang butuh waktu, dan pengetahuan yang cukup, penulis pun mencoba mencari dari kumpulan kitab-kiab hadits yang ada di komputer penulis sekitar 131 kitab hadits, namun belum juga menemukan darimana sumber pesan itu, yang penulis temukan, dimana nabi mengucap amin 3 kali adalah :

1781 - حدثنا الربيع بن سليمان ، أنا ابن وهب ، أخبرني سليمان وهو ابن بلال ، عن كثير بن زيد ، عن الوليد بن رباح ، عن أبي هريرة ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رقي المنبر فقال : « آمين ، آمين ، آمين » ، فقيل له : يا رسول الله ، ما كنت تصنع هذا فقال : « قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد - أو بعد - دخل رمضان فلم يغفر له ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد - أو بعد - أدرك والديه أو أحدهما لم يدخله الجنة ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد - أو بعد - ذكرت عنده فلم يصل عليك ، فقلت : آمين »


Dari Abu Hurairah ra juga, (bahwasanya) Rasulullah SAW pernah naik mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.” Ditanyakan kepadanya, “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda, “Ertinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata, “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”
[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]
Juga bisa dilihat:
Nabi SAW naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?” Nabi SAW bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.
[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 disahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]
Marilah kita menjadi umat yang kokoh, bukan umat yang diibaratkan buih, dimana angina berhembus kesanalah buih mengarah, dan dimana ombak menerpa kesana pula buih mengarah, tapi jadilah umat yang kokoh, dan salalu teliti akan apa yang kita terima apalagi akan kita sampaikan pada orang lain, agar idak terjadi apa yan dibenci Allah pada kita yaitu qiila (dikatakan orang) wa qola (dan mengatakan pada yang lain) tanpa diteliti kebenarannya.





[+/-] Selengkapnya...

26 Juli 2010

Beberapa Hadith tentang Nisfu Sya'ban

Beberapa Hadith tentang Nisfu Sya'ban
Oleh : Muhammad Muallim

Sunan Tirmidzi
744 - حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ « أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ.
فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ ». وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيقِ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْحَجَّاجِ. وَسَمِعْتُ مُحَمَّدًا يُضَعِّفُ هَذَا الْحَدِيثَ وَقَالَ يَحْيَى بْنُ أَبِى كَثِيرٍ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُرْوَةَ وَالْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ.
__________
معانى بعض الكلمات :
يحيف : يميل

Sunan ibnu majah

1451 - حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِىٍّ الْخَلاَّلُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِى سَبْرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ ».

1452 - حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِىُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ أَبُو بَكْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا حَجَّاجٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ». قَالَتْ قَدْ قُلْتُ وَمَا بِى ذَلِكَ وَلَكِنِّى ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ. فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ »

1453 - حَدَّثَنَا رَاشِدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ رَاشِدٍ الرَّمْلِىُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ أَيْمَنَ عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَرْزَبٍ عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ ».

Musnad Ahmad

6801- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا حُيَىُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِى عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِىِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلاَّ لاِثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ ». معتلى 5303 ل1 مجمع 8/65

26771- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ لِى « أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ». قَالَتْ قُلْتُ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ. فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ ». تحفة 17350 معتلى 11956
__________
معانى بعض الكلمات :
يحيف : يميل

6642- حَدَّثَنَا حَسَنٌ ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، حَدَّثَنَا حُيَيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلاَّ لاِثْنَيْنِ : مُشَاحِنٍ ، وَقَاتِلِ نَفْسٍ.

Shohih Ibnu Hibban
[ 481 ]
قال أبو حاتم قوله صلى الله عليه وسلم لم يدخل الجنة ولم يجتمعا في الجنة يريد به ان لم يتفضل الرب جلا وعلا عليهما بالعفو عن إثم صرامها ذلك 5663 - ذكر مغفرة الله جل وعلا في ليلة النصف من شعبان لمن شاء من خلقه الا من اشرك به أو كان بينه وبين أخيه شحناء أخبرنا محمد بن المعافى العابد بصيدا وابن قتيبة وغيره قالوا حدثنا هشام بن خالد الأزرق قال حدثنا أبو خليد عتبة بن حماد عن الأوزاعي وابن ثوبان عن أبيه عن تثبت عن مالك بن يخامر عن معاذ بن جبل عن النبي صلى الله عليه وسلم قال يطلع الله الى خلقه في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه الا لمشرك أو مشاحن

[+/-] Selengkapnya...

21 Juni 2010

Posisi Sholat Berjamaah Kontroversial

Posisi Sholat Berjamaah Kontroversial
Oleh : Muhammad Muallim Lc.

Tulisan ini berawal dari kegelisahan saya, dan mungkin sebagai tanggungjawab saya atas beberapa pengetahuan yang saya pelajari. Saya begitu gelisah dengan saudara sesame muslim yang tidak teliti dalam menentukan sesuatu yang didasarkan pada hadith nabi tentang sholat berjamaah, khususnya jika hanya 2 orang laki-laki saja atau 2 orang perempuan saja.

Kronologi ini baru saya temukan tahun 2009, sebab di Mesir saya tak menemukan masalah itu, saya temukan pertama di sebuah mushalla salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya, dimana disitu di temple tata cara berjamaah, dengan mengutip perawi hadith dan nomor hadith, tanpa menyebutkan hadithnya.

Karena saya kaget, saya baca sampai tuntas, namun saya cari siapa yang menerbitkan tempelan itu, saya tak menemukan, ya sudah, saya catat semua nomor hadith dan perawinya, dan saya bawa pulang untuk diagnosa, ternyata hadithnya nggak sesuai, Ya Allah…kenapa masyarakat muslim Indonesia sudah seperti buih.

Kejadian kedua saya temukan di Musium seni rupa di Kawasan Kota Tua di Jakarta, ini bukan selebaran tapi kenyataan, saya piker mereka berdua adalah efek dari mereka yang menerbitkan selebaran tadi, alasan mereka dengan berbagai hadith dengan memaknai tanpa ilmu hadith yang seharusnya, aku jadi ingat pesan guruku “pada masamu banyak orang akan pinter ngomong soal agama, namun sebenarnya mereka itu buih”.

Buih itu mudah di ombang-ambingkan angina, dan tidak punya keyakinan yang dalam, contoh kecil nih, ada sms yang profokatif, dan ada pesan tambahan tolong sebarkan pada yang lain, ini begitu meracuni keyakinan mereka, sehingga dengan mudah mereka mengirim kesana-kemari, tanpa di cek dari sumbernya, pada akhirnya say abaca di Koran, bahwa sms itu adalah HOAK atau palsu mengatasnamakan lembaga Islam.

Kembali ke sholat jamaah, yang jadi masalah mereka memahami hadith ini:

6 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِرَأْسِى مِنْ وَرَائِى ، فَجَعَلَنِى عَنْ يَمِينِهِ ، فَصَلَّى وَرَقَدَ فَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ ، فَقَامَ وَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ . أطرافه 117 ، 138 ، 183 ، 697 ، 698 ، 699 ، 728 ، 859 ، 992 ، 1198 ، 4569 ، 4570 ، 4571 ، 4572 ، 5919 ، 6215 ، 6316 ، 7452 - تحفة 6356

"Dari Ibnu Abbas, ia berkata ; "Aku pernah shalat bersama Nabi SAW pada suatu malam. Lalu aku berdiri di sebelah kiri beliau, kemudian Rosululloh SAW memegang kepalaku dari belakangku, lalu ia tempatkan aku disebelah kanannya."
(HR. Bukhari)
"Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata ; "Nabi SAW pernah berdiri shalat, kemudian aku datang, lalu aku berdiri disebelah kirinya, maka beliau memegang tanganku, lantas ia memutarkan aku sehingga ia menempatkan aku sebelah kanannya. Kemudian datang Jabbar bin Shakr yang langsung ia berdiri di sebelah kiri Rosululloh SAW. Lalu beliau memegang tangan kami dan beliau mendorong kami sehingga beliau mendirikan kami dibelakangnya."
(HR. Muslim & Abu Dawud)
Orang sekarang sudah tak lagi mengakui imam Syafii. Maliki, Hambali dan Hanafi, masing-masing dah menganggap dirinya mujtahid mutlak, dan merumuskan tata cara sholat berjamaah yang baru.

Apa itu rumus mereka?

Sholat jamaah kalau Cuma dua orang laki-laki mereka memposisikan sejajar, dan ini bertolak belakan dengan konsepnya imam syafii, mereka menganggap tidak ada hadith yang harus menjadikan makmum mundur sedikit dari posisi kaki imam, dan memutuskan bahwa hadith diatas adalah sejajar.

Padahal pada hadith diatas tidak ada kata sejajar, yang ada adalah sebelah kanan imam, coba anda renungkan, apakah sebelah kanan itu pasti sejajar?

Sebenarnya Nabi bersabda : shollu kama roaitumuwni usholly
Sholatlah sebagaimana kalian melihat sholatku.

Para sahabat melihat nabi sholat, tentunya para imam-imam dahulu mengikutinya, loh sekarang orang yang tak pernah lihat sholatnya nabi kok bikin aturan sendiri, ini kan aneh.

Selama saya di Mesir, saya tahu orang Mesir kebanyakan juga suka memakai dalil langsung dalam berbagai halnya, namun tak pernah saya jumpai samapai separah orang Indonesia, di Mesir yang saya dengar adalah:

Sabqul imami harom, wa musawatuhu makruh, wa mutabaatuhu wajib

Mendahului imam haram hukumnya, menyamai imam makruh hukumnya, dan mengikuti imam wajib hukumnya.

Mendahului dalam hal apapun menjadikan sholatnya tidak sah dalam berjamaah, mendahului dalam posisi, dalam melakukan rukun sholat, akan menjadikan sholatnya tidak sah.

Sholat jamaah yang sesuai dengan nabi adalah posisi makmum sedikit ke belakang dibanding imam, agar ada kejelasan antara makmum dan imam, Jika hanya berdua, makmum seyogyanya berada disebelah kanan imam, namun jika tempat sholatnya tidak memungkinkan untuk disebelah kanan imam, tak harus begitu.

Posisi berjamaah tidak terbatas harus seperti itu, namun intinya tidak mendahului imamnya.

Demikian saya kira apa yang harus kami sampaikan, semoga ini sebagai sarana saya untuk bertanggungjawab atas keilmuan yang saya fahami, dan semoga Allah membebaskan saya dari orang-orang yang tidak bisa diberitahu.

Allim
Tangerang, Senin 21 Juni 2010
Masyarakatku mudah tertipu


[+/-] Selengkapnya...

10 Artikel Populer