Tampilkan postingan dengan label Rak Tulisan 02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rak Tulisan 02. Tampilkan semua postingan

07 November 2007

Antara Berbohong dan Flu Burung

Antara Berbohong dan Flu Burung
Oleh : Mochammad Moealliem

Peace be upon you

Indonesia adalah negara yang berpenduduk lebih dari 200 juta, meskipun tsunami menggoncang dan menenggelamkan beberapa pulau, gempa bumi sudah membelah daratan beberapa pulau, banjir sudah menyeret ratusan bahkan ribuan kekayaan yang tak terhitung, busung lapar sudah membunuh kader bangsa yang sehat, flu burung sudah menjadi juara pertama jumlah korban meninggal akibatnya.

Memang orang Indonesia berbeda dengan orang lain, belum puas dengan hal-hal yang memperpuruk reputasi bangsa dari pandangan luar negeri terhadap kemakmuran bangsa kita, masih saja kita bangga dan tertawa dengan keras, masih saja kurang puas menjadi juara dalam segala bencana, kemudian dalam masalah-masalah pemahaman agama pun meraih juara dengan membuat isu-isu agama yang baru dengan pemahaman yang sesuai pikiran mereka yang masih tidak pasti benar, kemudian mereka-reka ayat suci sebagai pembenar atas apa yang dia agung-agungkan, dengan tafsir-tafsir yang mereka pelajari dari orang-orang non muslim yang tak lepas dari tendensi yang sangat jelas kita rasa akibatnya meskipun tak mampu kita deteksi siapa sebenarnya musuh kita.

Hanya berkutat untuk membuat wacana yang di beli dengan harga mahal oleh mereka yang sangat membenci Islam, alangkah murahnya harga agama bagi mereka sehingga akan berbicara demi sebuah tujuan yang hanya akan memuaskan akal mereka secara materi, Beramai-ramai membuat ayat baru dan membuang ayat-ayat suci dengan tudingan miring bahwa ayat itu telah dipelintir oleh para penerus nabi, dalam mengusai panggung politik masa itu, tak pernah berfikir seandainya ayat-ayat itu tidak dikodifikasi tentunya akan lebih parah dari apa yang kita takutkan.

Jika lembaga-lembaga pendidikan agama, sudah mulai tidak jujur dan tidak peduli terhadap agamanya, maka tak perlu lagi diperbanyak hal itu, sudah mencari nabi-nabi baru, wali-wali baru, dan lain sebagainya, bahkan sampai melegalkan hal-hal yang jelas bertentangan dengan ajaran yang dibawa para rosul, bahkan ada seorang mahasiswa muslim yang menerbitkan buku dengan judul "Tuhan,izinkan aku jadi pelacur", bagi yang dekat dengan isu itu saya mohon koreksi jika kurang tepat.

Menurut apa yang saya dengar mereka berpendapat bahwa menjadi pelacur adalah lebih mulia, entah karena terlalu sering melakukan hal seperti itu dengan sukarela atau ada hal lain yang menjadikan mereka beranggapan bahwa pelacur lebih mulia, karena lebih menghargai kehormatan mereka dengan nilai tukar uang, dari pada yang hanya gratisan atas nama cinta.

Jika kaum Luth dimusnahkan karena tak bisa hidup berdampingan dengan wanita, mungkin para homoseksual masa sekarang akan lebih leluasa dalam menanti kemusnahan mereka karena umat saat ini tidak di balas secara langsung seperti zaman dulu, tapi perlu diketahui bahwa tuhan berkuasa terhadap apa yang dikehendaki, dan percaya atau tidak itu urusan anda, tunggulah masanya.

Tidak sulit bagi Allah untuk mengurangi jumlah penduduk bumi ini dengan waktu yang singkat, lihatlah betapa tsunami merenggut ribuan nyawa, tanah longsor, dan sebagainya, mungkin Allah memberi adzab terhadap bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar didunia namun dipenuhi dengan muslim-muslim yang tak bisa jujur pada dirinya sendiri, dan ketika manusia sudah tidak jujur pada dirinya sendiri maka tidak akan jujur pada yang lain, tentu hal ini akan menimbulkan bencana yang tak berujung.

Jujurlah jika kamu takut terhadap adzab Allah dan tak perlu berbohong dengan menekuk ayat-ayat suci, sebab hal itu tidak akan menolong dari adzabNya kecuali hanya sekedar membebaskan dosa anda dari pandangan manusia, If'al ma si'ta fainnaka majziun, lakukanlah apa yang kau ingin lakukan, sebab kamu akan menuai hasilnya, dan saya terbebas dari apa yang anda lakukan.

Alliem,
23 Februari 2006
"Berbohong lebih berbahaya dari flu burung"


[+/-] Selengkapnya...

Menyulut Api Dengan Pena

Menyulut Api Dengan Pena
Oleh : Mochammad Moealliem

Disadari atau tidak perkembangan zaman kian lama kian canggih dan serba cepat, serba mudah, serba mungkin. Jika pada zaman manusia purba untuk menyalakan api membutuhkan waktu yang lama dengan mengadu dua benda, kemudian berkembang menjadi korek api, korek gas dll, namun ada yang lebih canggih lagi sekarang, hanya dengan mencoretkan pena bisa membakar lahan yang luas dan jauh.

Disini penulis tidak bermaksud menyulut api seperti yang dilakukan wartawan Denmark dan Norweigh yang bisa membakar bendera negaranya yang ada diberbagai negara, membakar kedutaan negerinya di Syria dan di Lebanon, mereka membakar negerinya sendiri atas nama kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang menimbulkan masyarakat muslim dunia mendapat kebebasan untuk memprotes mereka, bahkan bebas membakar kedutaan mereka.

Dalam berita euronews dalam televisi, dimana ketepatan saya main kerumah teman dan bisa lihat chanel itu, saya melihat seperti apa mereka melukis Nabi Besar Muhammad SAW. dengan lukisan yang terkesan menghina dan menjadikan asumsi yang salah terhadap semua orang, namun sayang waktu itu saya kurang perhatian terhadap berita itu karena bahasa yang dipakai agak asing dan lepas dari kamus yang ada diotak kiri dan kanan, so akhirnya hanya memahami sebuah gambar yang bisa dikira-kira, mereka melukis nabi dengan wajah arab berjenggot memakai kopyah berbentuk agak kerucut bertuliskan la ilaha illa allah dengan sebuah pedang dan dua orang wanita disisi kanan dan kirinya. Tak perlu anda berusaha mencari gambar itu sebab itu hanya tipuan mereka yang tidak bisa dan tak perlu kita simpan bahkan ketidaktahuan anda adalah sebuah keberuntungan.

Kebebasan pers selalu mngundang resiko yang besar, waktu saya masih suka membaca jawapos yang tergantung di mading kaca pondokku dulu, sempat ada koran pengganti jawapos dengan warna hitam tanpa berita, dimana kantor jawapos diobrak-abrik oleh massa pecinta presiden Abdurahman Wahid, yang pada hari sebelumnya diberitakan dengan berita fiktif oleh media itu, seperti itulah mungkin para pecinta marah akibat sesuatu yang dicintainya dihina orang lain, melebihi marahnya hinaan orang lain pada dirinya sendiri. Tentunya jika anda punya kekasih pun akan seperti itu, dan sekarang seperti apa rasa cinta anda terhadap Nabi Muhammad SAW.

Nabi sewaktu masih hidup pernah dihujani kerikil oleh anak-anak kecil non muslim Makkah, pernah dilempar batu sampai rompal giginya didalam gua hira, pernah dikepung akan dibunuh ketika hendak hijroh, bahkan saking jengkelnya malaikat jibril sampai bilang "gimana kalau gunung ini saya timpakan pada mereka" Nabi bersabda "jangan jibril, mereka itu belum tahu" dan mendoakan allohumhdi qoumi fainahum la ya'lamun. Itulah marahnya orang-orang yang jatuh cinta padahal yang dihina biasa aja. Seperti halnya seorang kyai lebih marah ketika muridnya dihina, seorang orang tua akan marah ketika anaknya dihina, seorang kakak akan marah ketika adik kesayangannya dihina, seorang kawan akan marah bila kawanya dihina, dan seterusnya.

Di Mesir ada demo juga meski tak besar-besaran sebab di Mesir sangat sulit sekali melakukan demo, paling hanya dalam kampus, dalam masjid, disisi lain Mesir sedang dipakai piala Afrika jadi pengamanan tentunya lebih ketat dibanding hari biasanya, barusan juga ada kapal pengangkut jamaah haji yang tenggelam, dan mungkin kapal ini pula yang aku naiki waktu haji 2004 lalu, namun Alhamdulillah tidak ada mahasiswa yang ikut tenggelam bersama kapal ini, Grand syeikh Azhar, Prof.Dr.M.Sayyid Tantowi, seperti dilansir harian al akhbar menyatakan bahwa boikot produk denmark adalah fardlu.

Mahasiswa Asing disini termasuk mahasiswa Indonesia yang mencapai hitungan 4000 terlihat biasa saja, bukan karena kita tidak marah dengan mereka hanya saja kita harus tahu bagaimana marah yang baik dan tempat yang tepat, kita dinegeri orang kalau salah bisa menghancurkan negeri sendiri, ditambah lagi urusan demo bagi mahasiswa asing sangat berbahaya bagi kelangsungan masa studinya di sini, itulah mungkin yang saya tahu selama ini, entah ditempat lain ada yang lepas pengamatan saya.

Banyak orang muslim yang tidak tahu bahwa Nabi Muhammad tidak boleh dilukis, digambar dan lain sebagainya, kiranya hal ini menjadikan kita tahu apa-apa tentang kekasih kita, tak sebatas kenal namanya saja.

Alliem,

09 Februari 2006
Ingin Mengenal Kekasih lebih dekat

[+/-] Selengkapnya...

Limroatin Taj'aluni Ahzan

Limroatin Taj'aluni Ahzan
Oleh : Mochammad Moealliem

Menarik sakali ketika dalam diskusi kali ini mengangkat perempuan sebagai tema pokok, meskipun masih saja para perempuan masih saja memendam pendapat-pendapat mereka dari apa yang didefinisikan oleh kaum lelaki tentang perempuan, mungkin itulah bagian dari sifat perempuan yang selalu menyimpan hal-hal yang menjadi sifat dasar dirinya, atau bahkan hal itu merupakan kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki kaum lelaki.

Dalam buku Al mar ah baina takrim al islam wa ihanat al jahiliyah, saya menemukan beberapa hal yang sangat menggembirakan untuk kaum perempuan serta para tokoh-tokoh perempuan dalam bidangnya, berkaitan pula masalah mendidik wanita (istri) dan beberapa hal penting yang lain, namun dalam tulisan ini mencoba menyibak ada apa dengan perempuan sehingga harus dididik oleh suaminya?

Oleh karena itu pesan saya kepada perempuan, Berbahagialah wahai kaum perempuan yang lahir dizaman ini, dan ingatlah bahwa derajatmu sangat tinggi dibanding zaman pra Islam, seperti saya tulis pada tulisan yang lalu tentang sejarah perempuan, namun hal itu akan kembali seperti zaman pra Islam jika para perempuan tidak dapat menjaga dirinya dari hal-hal yang menjadikan dirinya berharga rendah. Dan berbahagialah jika ada orang lelaki yang memperhatikan anda, meski terkadang ada tarik ulur demi point yang mengangkat citra anda, sebab perlu diketahui di Inggris beberapa bulan lalu telah disahkan UU tentang berpasangan antara laki-laki dangan laki-laki serta perempuan dengan perempuan, meski di Belanda hal ini telah legal sebelumnya, semoga Indonesia tidak sampai seperti itu.

Pendidikan terhadap istri bukanlah pemukulan terhadapnya, akan tetapi ketika terlalu bebal untuk dididik maka boleh memukul demi terciptanya kebaikan padanya, dalam Al Qur'an surat An Nisa ayat 34:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Dari ayat diatas, menurut imam al Qurtuby dalam tafsirnya bahwa Allah tidak memerintahkan untuk memukul wanita secara jelas, kecuali dengan batasan-batasan yang tertentu, ketika para perempuan (istri-istri) itu melakukan maksiat yang besar. Dalam ayat itu pula Allah memuji para wanita solihah dan wanita tipe solihah itu tak perlu dididik lagi. Pendidikan adalah untuk para perempuan yang kurang solihah atau bahkan nggak solihah sama sekali ketika tanda-tanda nusyuz sudah tampak dari ucapan serta sikapnya maka sang suami punya hak untuk mendidiknya sebagaimana ayat diatas, adakah tiga pilihan itu semuanya atau salah satu dari tiga itu.

Para Ulama berbeda pendapat mengenai huruf wawu athaf dalam ayat tersebut, dalam terjemahan diatas ditulis "dan", akhirnya para ulama mengambil jalan tengah bahwa huruf wawu itu hanya untuk makna berurut-urutan, artinya kalau opsi satu gagal maka dididik dengan opsi dua, jika masih gagal maka dengan opsi tiga, dan opsi itu adalah opsi terakhir yang ditawarkan Al Qur'an, lha kalau masih gagal maka perlu hakim yang hakaman liahlihi wahakaman liahliha, seseorang yang dianggap bijaksana antara keduanya, bukan sebelah pihak, dan hal ini sudah berarti khulu' (hak Seorang Istri untuk minta dicerai)

Maka ketika suami takut/khawatir akan nusyuznya sang istri maka suami perlu menasehati dengan mauidloh hasanah (faidluhunna) dan kalau sudah terjadi nusyuz maka dengan pisah ranjang (wahjuruhunna) lha kok masih diulangi lagi, maka dipukul dengan pukulan yang tidak terlalu berat (wadlribuhunna) selain wajah, perut, kepala dan pukulan itu tidak boleh sampai memecahkn tulang, serta tidak memukul kedua kali pada tempat yang sama.

Namun jalan yang afdhol adalah tanpa adanya pemukulan terhadap perempuan,untuk penjelasan lebih lanjutnya silahkan baca sendiri, hadist nabi pada kitab al Thobaqot al kubro 8/147.atau bisa anda baca di Al Mar ah baina takrim al Islam wa ihanat al jahiliyah,karangan Mohammad ahmad ismail, Dar ibnu Jauzi, Cairo, 2005.

Mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan, meskipun penulis sendiri belum tahu seperti apa perempuan yang akan penulis didik, karena terlalu banyak ragamnya, demikian semoga untuk kawan-kawan perempuan bisa mengambil satu pesan bahwa ketika anda adalah perempuan yang solihah maka pemukulan terhadap anda adalah hal yang salah dan melanggar aturan, untuk itu anda perlu tahu apa hak dan kewajiban anda terhadap suami, jika anda telah berkeluarga.

Alliem,

19 januari 2006
pecinta perempuan yang..........????


[+/-] Selengkapnya...

Sejarah Perempuan

Sejarah Perempuan
Oleh : Mochammad Moealliem

Manusia nomor dua dalam penciptaan dari jenisnya, yang menyimpan segudang rahasia yang tak akan mungkin bisa tuntas dalam pembahasan serta segala hal yang berhubungan dengannya, bahkan kalau sudah bicara tentang wanita tak akan pernah selesai hingga waktu terasa berjalan lebih cepat dari normalnya.

Kaum hawa adalah termasuk bagian dari sebab adanya kehidupan alam raya ini, tanpanya seolah kehidupan tak akan berjalan, adanya penulis ini pun gara-gara mereka, jika kita mempelajari sejarah kehidupan, kita akan tahu bagaimana kita bisa sampai dibumi, Adam adalah manusia pertama yang hidup di surga, manusia pertama yang masuk surga tanpa melalui kematian, kemudian juga di susul nabi idris yang masuk surga tanpa melalui kematian, tujuan penciptaan adam adalah sebagai kholifah di bumi seperti di singgung dalam surat al baqoroh 30:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Adam adalah manusia yang hidup tanpa lahir dari seorang ibu dan juga tanpa ayah, jika orang nasrani mengangkat tuhan mereka pada tahun 325 M karena lahir tanpa ayah, mungkin adam lebih pantas dari tuhan mereka, yang lahir tanpa ayah dan ibu, tanpa melalui masa kanak-kanak, lahir disurga. sebagai kholifah tentunya akan menjalankan misi didunia, tentunya akan merasa lelah, capek, dan sebagainya. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai patner dalam menjalankan misinya nanti.

Sejarah kejadian wanita bisa kita telusuri pada QS: An Nisa ayat 1

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Hingga manusia menyebar di penjuru daratan yang tak terhitung jumlah pastinya, sejarah tak mampu secara pasti berapa tahun umur kehidupan manusia dibumi sejak Adam diturunkan, kehidupan manusia yang semakin berkembang menjadi banyak hingga menciptakan peradaban-peradaban yang berbeda-beda, seperti yang banyak tertulis dalam sejarah peradaban-peradaban yang besar seperti yunani, romawi, cina, india. Lalu bagaimana kondisi kaum hawa pada masa itu?

Harga perempuan sebelum Islam datang, sangat rendah sekali, terlebih perempuan kalangan bawah, dalam masyarakat yunani waktu itu perempuan kalangan elite saja disekap dalam istana, dan dikalangan bawah wanita diperjualbelikan, dan tak punya hak sipil, hak waris juga tidak ada,dan banyak hal yang lain.

Peradaban Hindu dan China tidak lebih baik dari peradaban Yunani pada masa yang sama, dimana hak hidup seorang perempuan yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya, istri harus dibakar hidup-hidup bersama mayat suaminya hal in berlangsung hingga abad 17 masehi. Dalam pandangan yahudi martabat perempuan sama dengan pembantu, ayah mereka berhak menjual anak perempuanya, bahkan ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat karena dia lah yang menjadikan adam terusir dari surga.

Mungkin itu adalah bagian singkat dari sejarah perempuan pra islam untuk lebih jelasnya bisa dibaca di "wawasan Al Qur'an" Quraish shihab hal.296-318.

Al Qur'an tak pernah menyebut nama seorang perempuan kecuali Maryam ibu nabi Isa AS. dan dengan jelas bahwa Allah memilih Maryam dari perempuan dunia seperti dalam QS: Ali Imron 42

Dan ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia .

Namun Al qur'an sering mengungkap tabiat perempuan dalam berbagai ayat tanpa menyebut nama perseorangan dari mereka, seperti kisah istri nabi Ibrahim, istri Al aziz dalam surat Yusuf, kisah Hawa dan penciptaannya, Al Qur'an hanya menyebut jenis mereka, jika kita mau memahami Al qur'an secara teliti kita akan bisa mengambil hikmah dari semua hal yang diceritakan didalamnya.

Kepemimpinan wanita menurut saya pribadi pemimpin wanita itu kurang bisa maksimal dalam memimpin, kurang bijak dalam pengambilan keputusan, dan dalam memutuskan sebuah hukum sangat berbahaya karena memakai perasaan keperempuanan, bukan berarti wanita tidak boleh memimpin namun kita bisa lihat ibu presiden kita yang lalu seperti apa gaya kepemimpinannya, dan yang unik lagi ketika perempuan jadi ibu negara akan tetapi suaminya tak bisa disebut bapak negara, hanya cukup dengan sebutan suami presiden, berbeda sekali ketika seorang laki-laki jadi presiden maka istrinya pun mendapat sebutan ibu presiden.

Mungkin itu dulu yang dapat saya tulis disini sebagai obat kepeningan ujian musim dingin ini, terlebih malam ini kabut begitu tebal sehingga jarak 15 meter sudah tidak bisa melihat benda yang ada. Namun setebal apapun kabut itu pikiran kita bisa melihat dengan jelas wajah-wajah manusia nomor dua.

Alliem,

06 Januari 2006
masih menunggu......(?)

[+/-] Selengkapnya...

Sang Imam Menuai Protes

Sang Imam Menuai Protes
Oleh : Mochammad Moealliem

Dalam buku-buku fiqh klasik kita telah mendapat tahu bahwa seorang imam nggak boleh terlalu lama dalam sholat terlebih tidak mendapat izin dari makmumnya, atau tidak biasa begitu, mungkin kalau di Indonesia kita jarang sekali menemukan imam yang lama sholatnya, namun bukan berarti mereka mentaati hal diatas, hanya saja yang dihafal hanya yang pendek-pendek saja.

Sore pada tanggal 20 Desember 2005, masjid yang ketepatan aku berjamaah disitu dan memang masjid asrama tempat aku bertapa, dan masjid ini sangat unik sekali ketika sholat jum'at surat yang dibaca malah surat yang pendek-pendek berbeda dengan di Indonesia pada umumnya, namun kalau sholat lima waktu malah agak panjang-panjang.

Dengan agak cepat aku melangkah ke masjid terlebih sang imam sudah selesai baca fatihahnya, dan biasanya hal itu takkan terkejar dari pintu kamarku untuk rokaat pertama bersama imam, namun sore itu aku dengan lenggang kangkung (santai)mengikuti rokaat pertama bersama imam, dan lumayan lama, sebab yang dibaca satu surat yang lumayan panjang. Bagi saya biasa-biasa saja, hari-hari biasanya juga begitu, terlebih kalau ramadan 8 rokaat saja 2 juz bahkan lebih, makanya kalau satu surat yang dibaca sang imam sore itu saya rasa biasa-biasa saja.

Mungkin sang imam lagi hafal-hafalnya surat ini, terlihat beliau belum hafal betul sebab ditengah suatu surat yang dibaca terhenti sejenak untuk mohon bantuan para makmum untuk memberitahukan ayat selanjutnya, dua rokaat magrib yang panjang itu akhirnya dipungkasi dengan salam sebagai tanda sholat magrib sudah selesai.

Selesai salam suasana ruang masjid nggak seperti biasanya tenang, wajar dan sebagainya, namun banyak dari kawan-kawan yang menggerutu, terlebih kawan-kawan afrika mereka terkenal berani protes, akhirnya mereka pada maju mendatangi imam dan memberitahukan kepada sang imam agar jangan lama-lama, soalnya ini sholat magrib, kawan-kawan dari indonesia cuma jadi pengamat termasuk saya, terbesit tanya, ada apa? dan siapa sih imamnya? dari mana?

Memang hari itu musim ujian termin 1 (musim dingin) meski tidak semuanya mulai hari itu, dari kawan-kawan rata-rata belajar total bahkan masjid pun tak pernah sepi walau tengah malam terlebih musim dingin, belajar di taman bisa membahayakan kesehatan meskipun berbaju rangkap empat, jadi pada masuk didalam masjid.

Seorang imam muda warga negara mesir, dan kayaknya orang baru, sebab imam di masjid ini bebas, dan yang sering teman-teman sendiri dari warga Afrika tanpa aku tahu negaranya, karena susah sekali, yang jelas kalau boleh kita katakan warga kulit hitam, sama halnya mereka membedakan kita Indonesia, Malaysia, Philiphin, Brunei, Tailand mereka akan menyebut Asiawiyin atau orang asia.

Untuk itu jika anda menjadi imam, menjadi ketua, menjadi Rt, menjadi lurah sampai menjadi presiden, kalau membuat kebijakan harus disesuaikan dengan kehendak makmum atau masyarakatnya agar diakhir nanti anda tidak menuai badai protes.

Alliem,

20 Desember 2005

[+/-] Selengkapnya...

Jangan Kau Pukul Istrimu

Jangan Kau Pukul Istrimu
Oleh : Mochammad Moealliem

Pukul memukul dalam rumah tangga sering kita jumpai pada tiap lapisan masyarakat, terlebih masyarakat yang berpengethuan agama agak minim, lalu bagaimana Islam mengatur hal ini? adakah boleh seorang suami memukul istrinya? mari kita bahas bersama dalam tulisan ini.

Ketika aku masih kecil dulu aku sering dipukul ketika aku nggak mau berangkat sekolah diniyyah, setelah pulang dari sekolah dasar, ternyata pukulan-pukulan itu adalah rasa kasih sayang yang baru aku sadari setelah aku besar. Namun bukan berarti kalau ada orang saling memukul adalah karena rasa kasih sayang, termasuk seorang lelaki yang memukul istrinya, hal itu belum tentu rasa kasih sayang.

Dalam al qur an surat an nisa' ayat 34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ar rijalu qowwamuna ala an nisa'...itulah awal ayat diatas, dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan bahwa laki-laki adalah pemimpin wanita dalam rumah tangga, dan pendidik wanita ketika (bengkok) nyeleweng, sebagaimana sifat wanita di awal mula yaitu hawa yang tercipta dari dari sesuatu yang bengkok, maka seorang istri harus taat pada suaminya dalam hal yang diperbolehkan agama, dan ketika istri-istri itu melakukan sebuah nusyuz (menentang) maka untuk menyikapi hal ini sang suami bisa melakukan 3 hal sesuai dengan ayat diatas yaitu:

1. Nasehat dan petunjuk bil hikmati wal mauidloti al hasanah (fa'idhuhunna)

2. Pisah ranjang (wahjuruhunna fil madloji')

3. Memukulnya dengan pukulan yang tidak terlalu keras/menyakitkan (wadlribuhunna)

Memukul istri adalah alternatif terakhir dari 3 alternatif yang ditawarkan oleh al qur'an, dan pukulan itu pun hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat dalam upaya pembenahan. jadi memukul itu bukanlah satu-satunya jalan untuk mendidik wanita, jika dengan nasehat sudah baik maka tak perlu lagi dengan pukulan.

Dalam shohih bukhori 4908, nabi bersabda: janganlah dari kamu sekalian memukul istrimu dengan pukulan seperti memukul seorang budak (hamba), dan gaulilah istrimu, di sore harinya.

Hadith diatas menjelaskan seberapa ukuran pukulan terhadap seorang istri agar tidak memukul istrinya seperti memukul budaknya begitu juga tidak dengan pukulan yang bersifat membenci akan tetapi pukulan yang bersifat sayang.

Mungkin itu dulu yang saya sampaikan, jika kurang insyallah nanti di sambung lagi.

Alliem,

15 Desember 2005

[+/-] Selengkapnya...

Pesantren dan Sidik Jari

Pesantren dan Sidik Jari
Oleh : Mochammad Moealliem

Memang ada-ada saja ulah pemerintah untuk menutup segala yang mereka lakukan, agar bebas dari pantauan publik, hingga sampai punya ide memeriksa sidik jari para santri, mungkin hal itu benar jika dikatakan sebagai upaya pencegahan terhadap terorisme di negeri yang antah berantah ini.

Namun rasanya tak adil kalau upaya pencegahan terhadap terorisme terlalu berlebihan melebihi upaya penanggulangan korupsi yang jelas-jelas merugikan negara dan seluruh masyarakat Indonesia, pencegahan terhadap HIV AIDS, pencegahan terhadap pelecehan seksual, pencegahan terhadap pendidikan yang rendah, pencegahan terhadap pemahaman agama yang rendah, dimana hal ini terkadang melatar belakangi terorisme, meski nanti mengatasnamakan Islam sebagai kambing hitam atas kebodohan yang mereka yakini.

Pemeriksaan sidik jari menurut saya, boleh-boleh saja, lha kalau mau ke luar negeri aja malah diperiksa semua, jadi menurut saya hal itu tidak merendahkan martabat seorang santri malah lebih aman, alias kalsu toh nanti ada yang melakukan bom bunuh diri tak perlu mengatakan santri secara umum akan tetapi cukup dengan santri yang bernama A dari pondok A, sudah cukup.

Tapi perlu diingat bahwa pemeluk agama dalam semua agama yang ada didunia ini punya kemungkinan untuk menjadi pemeluk yang radikal, atau seluruh agama ada radikalnya, bukan Islam saja, Hindu juga ada sebagai contoh tragedi India beberapa tahun lalu, Kristen ortodoks, dan lain sebagainya hanya saja mereka lebih bermain cantik dalam dakwah mereka.

Ketika kita kembali meneliti latar belakang manusia diciptakan didunia tentu kita akan sedikit berupaya menjadikan dunia ini damai, seperti ketika awal penciptaan adam, ketika tuhan bersabda:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(al Baqoroh:30)

Dari ayat tersebut secara tersirat kita melihat seolah malaikat trauma terhadap penghuni bumi sebelumnya, yang selalu menumpahkan darah sesamanya, penghuni sebelum manusia adalah jin dan keturunannya, jadi kalau manusia sudah saling menumpah darahnya sesama mereka mungkin dia termasuk keturunan bangsa sebelum manusia, atau memang warisan dari qobil anak adam, atau keturunan pharaoh (fir aun).

Alliem,

12 Desember 2005

[+/-] Selengkapnya...

Catatan Akhir Madrasah

Catatan Akhir Madrasah
Oleh : Mochammad Moealliem

Delapan tahun sudah terlewatkan untuk menjalani kehidupan di bumi kinanah ini, tanpa terasa semakin lama merasakan segarnya air sungai nile, makin besar pula postur tubuh Fismaba kita, namun apalah artinya bertubuh besar tanpa intelektualitas yang mumpuni. Pepatah arab berbunyi “Al Aqlu as-salîm fi al-jismi as-salîm” tubuh kita yang sempurna ini seharusnya sudah mampu menciptakan banyak hal yang berkualitas bukan saja besar dengan kuantitas belaka.

Forum Informasi Silaturahmi Mahasiswa dan Alumni Bahrul Ulum, selanjutnya disingkat Fismaba, adalah satu dari puluhan orgnisasi almamater yang sudah cukup umur, sejak dirumuskannya pada Agustus 1997 meskipun masih dalam bentuk embrio organisasi sampai pada pertengahan 2002, fismaba belum bisa mendapat pengakuan sah dari PPMI yang menjadi induk organisasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Namun pada tahun berikutnya fismaba bisa diakui sebagai organisasi almamater yang resmi dalam catatan PPMI, meskipun waktu itu anggotanya hanya cukup untuk membuat daftar pengurus dan sekaligus merangkap anggota.

Sudah selayaknya bagi sebuah organisasi yang tergolong besar untuk menata organisasinya sebaik mungkin, sebab semakin bertambahnya jumlah anggota dalam organisasi itu semakin besar pula masalah-masalah yang akan dihadapinya. Tidak dipungkiri bahwa fismaba saat ini sudah beranggotakan sekitar 85 orang belum lagi dengan anggota yang akan datang sekitar 20 orang, tentu bukan hitungan yang sedikit untuk organisasi almamater.

Kemajuan yang pesat terjadi dari tahun ke tahun, dan akhirnya saat ini fismaba punya sekretariat sementara dan berbagai bentuk kelengkapan organisasi, sekretariat yang sempit itu jarang sekali terlepas dari berserakannya berbagai barang, entah karena padatnya acara yang diselenggarakan atau disebabkan sifat lama yang tak perlu dilestarikan. Dinding-dinding ruang tamu terlihat penuh dengan pigora-pigora bertuliskan jajaran pengurus lengkap beserta gambar wajah khasnya masing-masing dari mereka, pengurus yang terpilih sejak agustus kemarin memang punya kelebihan dan kekurangan dalam mengatur organisasinya, kelebihan itu tampak jelas bahwa mereka punya semangat juang yang tinggi demi memajukan organisasi dan kekuranganya pun tampak jelas dalam berbagai sisi.

Secara sadar bisa kita katakan bahwa tubuh fismaba sudah sehat ditandai dengan tersedianya berbagai macam kebutuhan organisasi, seperti pepatah yang saya tulis diatas, mestinya dengan kelngkapan itu kita punya akal yang sehat, akan tetapi kenyataan itu belum sepenuhnya terwujud dalam diri warga fismaba, contoh kecil bisa kita lihat pada forum diskusi dimana semakin hari peserta diskusi semakin menurun bahkan hanya hadir dalam diskusi ketika menjadi presentator, terlebih lagi tidak hadir ketika menjadi presentator.

Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hal-hal semacam ini, mungkin bisa kita teropong dari uswah dan qudwah hasanah dari para pengurusnya, pengurus yang begitu banyaknya terkadang hanya terlihat beberapa saja dalam diskusi terlebih ketika diskusi dilaksanakan di tempat yang agak jauh dari sekretariat fismaba, partisi aktif sangat diperlukan untuk meningkatkan SDM kita, bukan saja banyak omong diluar forum diskusi dan diam membisu dalam sebuah forum.

Ketika dalam diskusi intern fismaba sudah kurang mendapat perhatian dari warganya tentunya dalam diskusi yang lebih luas pun mereka kurang berminat apalagi sampai bertanya paling banter jadi pendengar setia, sembil bisik-bisik masalah yang lain.

Alliem
15 Oktober 2005

[+/-] Selengkapnya...

Katakan Ini Jalanku !

Katakan Ini Jalanku !
Oleh : Mochammad Moealliem

Allah adalah dzat yang sempurna dan tidak kurang apapun, pembahasan kali ini tidak akan membahas sesuatu yang sempurna, sebab sesuatu yang sempurna tidak membutuhkan kritik konstruktif, saran, ide, dan lain sebagainya. kali ini akan membahas jalan menuju kesempurnaan, atau hal-hal yang menuju Dzat yang sempurna, meski pembahasan ini tidak akan bisa sempurna akibat keberadaan pembahas bersifat kurang dan lemah, dan segala yang dihasilkan dari yang bersifat kurang dan lemah, hasilnya adalah lemah.

Jalan menuju Allah atau bisa kita katakan "sabilillah" adalah sebuah jalan yang menyimpan segudang arti yang tak akan mampu secara benar kita memberikan tafsir atas hal ini, dan hanya yang berkatalah (Allah) yang akan menjelaskanya nanti setelah film seri kehidupan ini berakhir, sang sutradara akan menjelaskan cara pembuatan, dan maksud-maksud yang terkandung serta hal-hal yang lain.

Dimanakah jalan itu? tentunya sesuai aturan yang ada, kalau ingin pergi ke satu tujuan kita harus tahu jalan mana yang harus kita tempuh, atau minimal kita punya kira-kira yang tepat baik dari peta maupun dari sebuah cerita seseorang akan sebuah jalan menuju tujuan itu, atau alternatif lain kita ikut orang-orang yang tahu jalan itu, bukan terus mereke-reka sebuah jalan yang halus, lurus, mulus, dan sampai seperti khayalan otak kita, apalagi membuat jalan sendiri tentunya hal itu akan percuma seperti yang di singgung imam Ghozali dengan sebutan "orang-orang yang tertipu, merasa dekat padahal jauh, merasa benar padahal salah... dan banyak lagi seterusnya.

Jika dunia ini kecil maka pulau jawa lebih kecil lagi, tentunya Jakarta semakin kecil. Semua tak semudah yang terpikir dan tak seindah yang terkira. Jalan menuju Jakarta terlalu sulit bagi mereka yang tak pernah pergi ke jakarta, maka saya sarankan bagi yang kurang tahu tentang Jakarta, kalau pergi ke Jakarta bawa guide, biar sampai tujuan dengan aman, cepat dan tepat. Dan untuk mempercepat sampai tujuan gunakan sarana tranportasi yang ada, baik pesawat, kereta, ataupun bus.

Banyak jalan menuju Roma, namun apalah gunanya jalan itu bila tak pernah kita lewati, dan kita tetap saja duduk diam sambil berucap "banyak jalan menuju Roma" seperti orang yang berdzikir, toh sebanyak apapun kita ucapkan kalimat itu tak akan merubah tempat kita menjadi Roma. Banyak jalan menuju pernikahan, kita tak akan pernah sampai ke pernikahan jika kita tak pernah melewati jalan itu (untuk yang mau menikah carilah penunjuk jalan agar sampai tujuan). Banyak jalan menuju kesuksesan namun kita akan selalu rugi jika kita tak pernah melewati jalan kesungguhan, keuletan dan kesabaran.

Banyak jalan menuju Allah (sabilillah). Jalan yang lebar, luas dan tak terbatas. Kita telah berada di jalan ini, ingat kita sudah di jalan ini, namun adakah kita sudah bergerak ataukah masih saja duduk termangu sambil berharap jarak yang kita tempuh tiba-tiba menjadi dekat. Jawaban ada dalam diri kita dan tak perlu jawaban itu dikeluarkan.

Allah telah mengutus para penunjuk jalan agar mempermudah perjalanan dan sampai pada tempat tujuan pada waktu yang tepat, namun mereka masih saja duduk diam sambil berseru "Nabi Muhammad adalah gaetku", akan tetapi tak pernah bergerak untuk berjalan mengikuti langkahnya menuju tujuan, hanya semacam peserta penggembira yang nggak pengen keluar keringat.

Jangan menoleh dalam perjalanmu, sebab sekali anda menoleh maka perjalanmu akan tertunda, pikirkanlah tujuan utamamu biarkan saja hal-hal ditepi jalan itu tak mendapat perhatianmu, jika kamu pengen cepat sampai pada tujuan. Mungkin juga jika kita pengen cepat selesai kuliyah di azhar, jangan menoleh ke kanan dan kekiri biarlah semua itu menjadi sekedar tantangan kita, adakah kita mampu menahan ingin yang akan menunda perjalanan kita.

Alliem,
10 Oktober 2005
sekarang belajar, besok istirahat


[+/-] Selengkapnya...

Fismaba Mantu 2

Fismaba Mantu 2
Oleh : Mochammad Moealliem

Merdu sebuah gamelan lengkap dengan para penabuhnya acara yang begitu meriah saat-saat penulis tiba ditempat acara itu, tepatnya di griya jateng yang baru diresmikan oleh wagubnya tanggal 25 sepetember kemarin, seiring kembalinya jarum jam musim dingin yang menunjukkkan waktu antara cairo dan jakarta kembali terpaut 5 jam, dari sebelumnya empat jam di setiap musim panas.

Dengan tergesa-gesa penulis mengejar acara yang dalam jadwal dimulai jam 6 sore, atau ba'da magrib dimana sejak jam 4 sore penulis di utus untuk mengikuti rapat BPA PPMI di wisma nusantara, namun karena acara yang begitu penting akhirnya ditengah rapat penulis mohon diri untuk mengikuti acara yang sakral dan membuat penulis berfikir secara matang.

Resepsi pernikahan, itulah acara yang terjadi, bukan hal yang aneh memang namun masalahnya yang menikah adalah salah satu anggota perempuan fismaba, dan seolah kita adalah saudara-saudara mereka yang harus hadir dan mendoakan agar "samara" meminjam istilah bapak dubes dalam sambutanya dengan sebuah singkatan sakinah, mawaddah, warohmah.

Hanya 200 meter jaraknya dengan sekretariat fismaba saat ini, dan terlihat banyak anggota fismaba berbaris rapi dengan seragam untuk menyambut penulis, eh maaf maksudnya menyambut tamu, yang tertampung di aula griya jateng yang baru itu.

Suasana dibikin semeriah mungkin dengan berbagai hiburan khas dari kedua mempelai, kebetulan sang cowoknya bernama fahrurozi dari jawa tengah dan ceweknya anita Qurroti A dari jawa barat, dua kekeluargaan (organisasi propinsi) hadir dengan senyum simpul, yang mungkin punya rasa ingin cepat menyusul mereka yang duduk mesra di pelaminan, meski masih saja terbentur dengan ideologi yang mereka yakini.

Asyik sekali mendengar pesan2 yang disampaikan oleh mereka yang bertugas, baik dari mempelai putera maupun dari mempelai wanita, belum lagi pesan dari wakil dubes bapak muzammil basuni, ah pokoknya kalau pengen tahu seperti apa kebahagian, maka janganlah hanya mengatakan "banyak jalan menuju Roma" tapi bergeraklah jalan dijalan itu agar anda mencapai yang dituju,

Ah... mungkin yang lain juga hadir maka bagi yang nggak sempat hadir bisa nanti disambung yang lain.

Alliem,

02 Oktober 2005
menanti sebuah jawaban

[+/-] Selengkapnya...

Fismaba Mantu 1

Fismaba Mantu 1
Oleh : Mochammad Moealliem

Mungkin tidak asing lagi bagi kita bahwa belajar tak akan pernah ada akhirnya dalam hidup ini, meski tidak dalam lembaga yang formal, sebab belajar adalah sebuah usaha untuk meraih pengetahuan dalam hal apapun.

Akan terlalu sempit jika kita mengartikan belajar adalah membaca, menghafal, dan menulis kecil-kecil sebuah rangkuman untuk membantu menjawab soal, bukan pula hanya menumpuk buku-buku yang berjilid-jilid dengan judul yang besar tanpa pernah menyentuh kandungan yang ada, atau sekedar menjadi penghias ruangan.

Ketika kita sudah tahu kalau belajar tak akan ada ujungnya kecuali telah tak hidup lagi, lalu bagaimana kita selanjutnya, seperti yang telah lama digulirkan saudara iqbal atau balya beberapa bulan yang lalu sebuah tema, pernikahan dini di masisir (mahasiswa indonesia mesir) dalam istilah lain disebut nikah antar mahasiswa

Hal semacam ini bukan hal yang aneh bagi mahasiswa indonesia Mesir, dalam nostalgia bersama mantan dubes Indonesia untuk mesir pada saat krisis dimulai, bapak Hasan Wirayuda selaku dubes waktu itu mengemukakan bahwa pernikahan antar mahasiswa meningkat di banding sebelum krisis, begitulah sedikit warna dialog menteri luar negeri kita ketika mengunjungi Mesir beberapa waktu lalu, bertempat di Azhar Confrention Center (ACC).

Menurut seorang ulama Azhar dalam tulisannya di koran Ahram menulis bahwa jodoh itu seperti maut, telah ditentukan oleh yang maha kuasa, seperti halnya rezeki dan yang lainnya. Sabda nabi pun telah kita kenal lama " man istatoa minkum al ba ata fal yatazawaj" meskipun banyak perbedaan dalam memahami kata ba at.

Diakui atau tidak hal ini memang sering muncul dalam otak-otak kita, terlebih umur-umur yang sudah selayaknya masuk kategori sudah siap, tentunya bukan hal yang aneh kalau waktunya tersita untuk berfikir tentang patner dalam hidup selanjutnya.

Dalam al quran Allah berfirman "Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan perkataan yang ma'ruf . Dan janganlah kamu ber'azam untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.QS:2 Al Baqoroh:235.

Ayat diatas menjelaskan tentang sikap yang ada pada seorang lelaki yang menyukai seorang perempuan janda, agar menunggunya sampai selesai iddahnya. Apalagi sikap orang laki-laki terhadap sang dara, tentunya lebih dari itu.

Belajar, bekerja, atau berkeluarga? tiga hal yang berbeda yang mesti kita lalui entah secara bersamaan atau bergiliran, tentunya hal itu disesuaikan dengan kesiapan yang kita miliki, kalau memang ketiganya siap, kenapa tidak? atau baru siap belajar dan berkeluarga namun belum siap bekerja, asalkan bisa cukup kenapa tidak? atau siap belajar dan siap bekerja saja, dan belum siap berkeluarga? ya sabar saja...

ops...dalam sejarah fismaba mungkin sudah banyak anggota fismaba yang berkeluarga, dan hal itu akan bertambah, so tunggu aja info selanjutnya.......

Alliem,
Kamis, 15 September 2005
Kado pengantar untuk mempelai


[+/-] Selengkapnya...

Kesedihan Tak Merubah Takdir

Kesedihan Tak Merubah Takdir
Oleh : Mochammad Moealliem

Anda tentu masih ingat komentar teman kita bahwa najah dan rosib adalah biasa bagi mahasiswa Al Azhar, akan tetapi ketika kita najah (naik tingkat) wajah kita terlihat segar, dan senyum ceria pun menghias bibir mereka dengan sedikit lesung pipi yang menandakan kebahagiaan, dan terkadang mereka sombong atas keberhasilan yang mereka capai selama ini, terlebih mereka yang mendapat nilai tinggi.

Bagi yang rosib (mengulang) mungkin ada yang sedih ada juga yang bahagia, tentunya anda akan penasaran dengan mereka yang bahagia, untuk itu kita bahas yang tidak bahagia dulu, rosib memang bukan sebuah tujuan akan tetapi merupakan kegagalan yang terjadi, mungkin sering kita dengar pesan teman-teman kita, kegagalan yang membuat kita tersipu lebih baik dari kesuksesan yang membuat kita sombong, mungkin itulah sedikit kata yang bisa menghibur kita ketika gagal.

Memang berbeda sekali dengan di Indonesia, jika di Indonesia pernah saya dengar istilah mahasiswa abadi akan tetapi kalau di Mesir nggak ada mahasiswa abadi, gagal dan menambah jumlah semester adalah wajar bagi mahasiswa di Indonesia toh masih bisa naik semester berikutnya sambil mengulang materi yang tertinggal, dan terkadang masih bisa dipersingkat dengan kuliyah pendek.

Terkadang terbesit diotak masisir (mahasiswa indonesia mesir) untuk kembali ke Indonesia dan kuliyah dinegeri sendiri yang lebih mudah dan lebih cepat serta lebih bebas dalam beraktifitas, namun ternyata hal itu bukan merupakan solusi yang tepat, hanya sebuah impian yang belum tentu sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Berbeda sekali jika anda kuliah di al Azhar, yang sistemnya seperti sekolah menengah atas, jadi ada paket lima tahun dan ada paket 4 tahun, paket lima tahun khusus pada syariah dan qonun, dan selain fakultas syariah qonun hanya 4 tahun untuk meraih gelar Lc. Sangat simpel bukan akan tetapi setiap tahun hanya mempelajari paling banyak 20 materi yang akan diujikan dua kali, 10 materi dimusim dingin dan 10 materi dimusim panas, lalu keluarlah yang namanya "natijah" adakah kita naik tingkat ataukah mengulang madah yang tertinggal.

Unik memang, ketika kita tidak mampu menyapu bersih 20 madah itu kita nggak bisa untuk naik tingkat, kecuali hanya dua mata kuliyah maka ada diskon tersendiri, ketika kita dalam satu tahun itu masih menyisakan 3 matakuliyah dan selebihnya maka dalam satu tahun selanjutnya hanya mengulang materi itu tanpa materi yang lain.

berbeda pada S2 Al Azhar meski matakuliyahnya cuman 7 per tahun, tapi kalau ninggal 1 maka harus mengulang semua materi pada tahun berikutnya, nah bagaimana solusi untuk menyiapkan kondisi psikis kita ketika mendapati pengumuman yang menghias tjuhbelas agustus ini.

Orang-orang yang sedih

Ketika kita merasa mampu mengerjakan soal yang simpel dengan batasan diktat yang begitu tebal untuk dihafal, tentu kita punya sedikit ketenangan hati, akan tetapi itu bukan jaminan anda akan naik tingkat selanjutnya. Nah biasanya kesedihan yang dalam terjadi bagi mereka yang merasa bisa menjawab namun masih saja tidak mampu menjawab sesuai keinginan sang dosen, terlepas apakah itu kelemahan kita dalam memahami soal atau ke-killer-an sang dosen. Memang bukan masalah yang membahayakan kehidupan hanya saja hal ini berkaitan dengan mental kita pada saat yang masih ramai dalam pembicaraan pengisi kekosongan.

Hal semacam ini memang sangat berbahaya jika kita tidak mampu menyikapinya dengan ketebalan keimanan kita bahwa seperti apapun sedih kita, toh, hasil itu tak akan pernah berubah, mending kita terima dengan lapang dada dan kita tanamkan bahwa kegagalan adalah sebuah pengalaman yang menunutun kita kepada keberhasilan.

Memang saat-saat seperti itulah saat yang tepat untuk koreksi diri, meneliti lebih lanjut faktor yang melatarbelakangi terjadinya kegagalan, bukannya terus-menerus sedih yang menambah kebodohan kita, kalau kita mau berfikir sedikit ayat al qur'an tentang jihad, bahwa terkadang sesuatu yang kita sukai adalah tercela bagi kita dan terkadang sesutu yang kita benci adalah yang baik bagi kita. Hubunganya dengan jihad adalah bahwa belajar adalah merupakan bagian dari jihad akbar yang harus dilakukan oleh para pelajar.

Untuk yang lagi sedih, tersenyumlah....

Sebab kesedihan anda adalah bagian dari sejarah hidup yang akan anda ceritakan pada generasi berikutnya, rubahlah kesedihan itu menjadi bermutu, dengan mengembalikan sesuatu kepada Allah, mungkin ketika kita mengikuti aliran ahlisunah bahwa apa yang kita lakukan adalah merupakan manifestasi sifat af al tuhan, dan kita punya sebuah ikhtiyari untuk memilihnya, kalau mengikuti aliran mu'tazilah kalau kita belajar, kita tentu bisa, karena perbuatan makhluq tidak berhubungan dengan perbuatan tuhan, dan makhluq bertanggung jawab atas perbuatannya, jadi najah dan rosib menurut mu'tazilah adalah hasil kerja manusia itu sendiri.

Memang berbeda sekali metode yang dipakai dalam setiap lembaga pendidikan, terlebih dengan di Indonesia (meskipun saya nggak pernah kuliah diindonesia) yang saya dengar kalau kuliyah di Indonesia tiap minggunya mereka akan sibuk dengan pembuatan makalah untuk dipresentasikan meskipun toh yang buat makalah secara kelompok hanya orang-orang yang bisa, dan yang lain cukup dengan sami'na wa ato'na.

sudahlah jangan kau pikir kegagalanmu, tapi pikirlah agar kegagalan itu tidak sia-sia.

Alliem,
14 agustus 2005

[+/-] Selengkapnya...

Dua Menara Yang Berbeda

Dua Menara Yang Berbeda
Oleh : Mochammad Moealliem

Malam itu aku sengaja jalan-jalan menyusuri sebuah pasar yang begitu ramai, meski tanpa tujuan pasti, kakiku terus melangkah mengikuti ajakan otakku, yang punya rasa ingin tahu yang begitu tinggi akan kawasan dimana aku dan puluhan kawan dari berbagai negara mengikuti "Muaskar" atau semacam camp pelatihan dalam kamus.

Muaskar yang diadakan oleh Islamic Mission City, untuk mahasiswa luar Mesir yang berdomisili diasrama, untuk gelombang pertama membawa 80 an mahasiswa dari berbagai macam negara, dan saya termasuk salah satu mahasiswa Indonesia yang mengikuti di gelombang pertama, dan masih menyisakan 4 gelombang berikutnya dengan jumlah yang sama.

Selama satu minggu dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dijadwalkan, kumanfaatkan setiap kesempatan kosong untuk jalan-jalan sekedar menambah pengetahuan sebuah kehidupan yang diciptakan Allah "rijalan katsiro wa nisa a" yang "lakum dinukum waly ad din"

Alexander itulah tokoh yang menjadi simbol kota ini hingga diabadikan menjadi nama sebuah kota tua Alexanderia dalam bahasa arabnya Al Iskandariyah, tentunya kita akan teringat sejarah mesir kuno, bahkan tak lupa dengan ratu cantiknya "Cleopatra" di era paronic dulu.

Sebuah kota yang memanjang menghadap laut mediterania itu tertata begitu rapi dibanding ibu kota negaranya Cairo, terlihat lebih bersih dan sedikit teratur, meski masih menyisakan sifat masyarakat yang begitu susah diatur.

Di setiap titik ditaruh berbagai macam benda sejarah mulai dari titik ujung barat kota itu terdapat benteng bersejarah milik sultan Quitbay, yang sudah di permak indah seolah masih baru, dengan sentuhan seni-seni yang modern menghias jalan masuk kesana, ketimur sedikit ada masjid abbas al mursi dan beberapa tokoh terkenal dalam agama islam, dengan menjulang gagahnya masjid tua yang berjajar dan keduanya dipakai jum'atan secara bersamaan, kalau di Indonesia hal semacam ini biasanya diributkan.

Ke sebelah timur sedikit ada yang namanya mahatoh roml, hanya sebuah taman dengan dengan sebuah monument ditengah-tengahnya, namun kalau kita mau sedikit berjalan kedalam kita akan menemui makam nabi danial serta lukman hakim tokoh terkenal dalam Al Qur'an. Ketimur lagi kita akan melihat perpustakaan besar yang menampung 25.000 judul buku, dengan mempunyai 10 milyar website perpustakaan. yang didesain khusus untuk menambah keindahan tepi pantai Islkandariyah. perpust ini telah ada pada masa julio 7 atau pada zaman Cleopatra masih cantik, sekitar tahun 48 sebelum Masehi. bisa anda lihat di http://sfed.mmv.bibalex.org/fede/main.asp

Mungin itu aja yang bisa aku tulis disini sebab masih banyak sekali yang aku lihat, untuk lebih jelasnya lihat aja sendiri, tapi sekarang kita keujung yang paling timur, ada istana megah dengan taman yang begitu hijau dan bagus, namanya montazah, istana raja faruk kalau nggak salah.

Ke arah barat sedikit ada jalan khomsah wa arbain, nah dijalan itu ada masyikhoh al Azhar cabang Iskandariyah tempat kita melakukan kegiatan yang sedang kita bahas ini, Miami nama daerahnya. diantara montazah dan masyikoh ini terdapat Islamic Mission City cabang Iskandariyah.

Sekarang kita jalan-jalan dipantai, sebab antara laut dan daratan itu dipisah dengan jalan yang lumayan lebar dengan trotoar yang rapi, berderet pagar yang sekaligus tempat duduk sepanjang pantai itu, kalau hari libur ramainya bukan main, yach "rijalan katsiro wa nisaa". Pantai yang begitu membuatku heran dengan aneka budaya dan warna masyarakatnya.

Anda tentunya sering negatif tinking " Menyangka buruk" kalau pantai tentunya begini-begitu dll, yang kemudian ketika anda mendengar kata pantai lalu di antem kromo bahwa pantai pasti......

"Dimana bumi dipijak disitu langit dijinjing" pantai adalah tempat yang netral, kita bisa beribadah dipantai dan bisa juga maksiat dipantai, pantai yang berjajar dengan jalan raya itu memang sangat ramai sekali, baik yang berenang atau pun yang duduk-duduk disepanjang pagar, jadi dipantai itu ada banyak cewek yang bercadar (look like ninja) meski tanpa membawa pedang, banyak yang hanya memakai jilbab yang wajar, ada juga yang memakai jilbab mode, ada juga yang nggak pakai jilbab, yang jelas nggak sama dengan pantai-pantai yang tertutup untuk umum.

Fenomena yang terjadi dipantai terkadang lucu, terkadang juga religius, terkadang juga maksiat, terkadang juga bersifat provit. jadi dipantai aku dapati sebuah papan besar bertluskan " udzkuru allah", dilain kesempatan seorang teman diberi Injil secara cuma-cuma, dengan adu argumen kecil-kecilan, disisi lain itu adalah aset devisa meski kebanyakan adalah wisatawan lokal yang kesitu, pokoknya penuh.

Saat jalan-jalan di sebuah pasar aku melihat menara yang menjulang tinggi diujung jalan ditengah-tengah pasar ramai itu, sidi basar nama daerahnya, aku pun ingin tahu menara yang membuat tertarik untuk mengetahuinya, ternyata setelah sampai disana memang ada dua menara hanya dipisah jalan diantara keduanya, namun menara itu punya ujung yang berbeda, satunya berujung bulang dan satunya berujung salib, dengan aktifitas yang sama-sama ramainya dengan pintu yang berhadapan, antara masjid dan gereja.

Perbedaan agama yang begitu ketat antara islam dan kristen yang begitu tenang setenang laut yang menghadap kota itu, namun menyimpan ombak-ombak yang begitu terasa jika kita berada didalamnya.

Pada malam penutupan yang dihadiri grand syeikh Al azhar, Dr. M. Sayyid Tantowi, yang selalu saja dikuti wartawan cetak maupun elektronik, dalam ceramahnya Grand Syeikh mangatakan teroris itu mujrimun, mujrimun, mujrimun. setelah hari kamis 21 juli 2005 terjadi kali keduanya ledakan di london. Grand Syeikh menegaskan bahwa hal itu bukan karena ada tekanan dari pihak manapun akan tetapi islam tidak seperti itu, di lain masalah Syeikh tantowi bercerita tentang mahasiswa al azhar yang sejak kecil sekolah di azhar, selama di MI harus hafal 18 juz, mts tambah 7 jus, MA ditambah 5 juz, danketika masuk dikuliyah azhar harus sudah hafal alqur an, namun itu untuk orang mesir.

"Dan kami memberi keringanan untuk warga asing" tegas Syeikh. dengan kata " laisa azhariyan man lam yahfad el qur'an" bukan orang al azhar orang yang tidak hafal alqur'an. dan orang Azhar harus mampu menjawab semua persoalan dengan dalil akly maupun nakly, kalau kalian nggak hafal qur'an, nggak hafal hadist bagaimana kamu faham tentang islam. Itu kata Syeikh.

Alliem
Sabtu, 23 juli 2005


[+/-] Selengkapnya...

Ayat-ayat Renungan Untuk Remaja

Ayat-ayat Renungan Untuk Remaja
Oleh : Mochammad Moealliem

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan perkataan yang ma'ruf . Dan janganlah kamu ber'azam untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.QS:2 Al Baqoroh:235

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.QS:30 Ar Rum:21

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka , jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu . Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang sesudah mereka dipaksa itu .QS:24 An Nuur:33

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim , maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.QS:4 An Nisaa:3

Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya.QS:4 An Nisaa:4

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan .QS:4 An Nisaa:22

dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni'mati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya , sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.QS:4An Nisaa:24

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu'min .QS:24 An Nuur:3

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.QS:24 An Nuur:32

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.QS:2 Al Baqarah:221

Berkatalah dia : "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".QS:28.Al Qashash:27



[+/-] Selengkapnya...

Bermadzhab Itu Perlu 2

Bermadzhab Itu Perlu 2
Oleh : Mochammad Moealliem

Pendekatan-pendekatan kepada Sang Cinta dalam cara-cara serta gaya pendekatan kita kepada kekasih yang bersifat dlohir mudahnya bisa kita sebut sebagai fiqh. Teori mendekat dengan dengan seseorang itu kan sangat banyak modelnya mulai model yang sangat trend di tahun 70 an misalnya, dengan tahun 2000 tentu mengalami perubahan, akibat budaya yang berubah begitu pula fiqh saya rasa.

Dalam Kaidah fiqh kita mengenal bahwa hukum itu berkembang menurut illat nya (sebabnya) nah kalau sekarang masa sudah berubah begitu maju dan apa-apa yang telah menjadi aturan yang begitu lama sudah tidak mencukupi lagi untuk menyelesaikan permasalahan yang terus berkembang, tentunya dibutuhkan yang namanya perubahan.

Satu misal masalah zakat, tentunya para fuqoha yang dalam merumuskan hukum zakat waktu itu hanya terbatas pada petani padi, gandum, peternak unta, sapi, kambing, ataukah hanya hal itu saja yang harus dikeluarkan zakatnya? sekarang ketika kita mendapati peternak udang windu, peternak ikan, dan lain sebagainya yang mana jika dihitung mungkin akan bernilai lebih besar dari yang tertera dalam list zakat. Bukankah adanya zakat bertujuan untuk pengentasan kemiskinan masysarakat muslim, ataukah hanya sebuah kewajiban tertentu bagi pengusaha tertentu.

Kita tentunya bisa membayangkan bahwa hewan-hewan yang harus dizakati hanyalah hewan-hewan yang hidup di tanah arab saat itu dan halal dimakan, dan nggak bakalan mungkin anda menemukan hadist tentang zakatnya pengusaha tambak ikan dan udang. Lalu bagaimanakah islam mengatur pengentasan kemiskinan, yang misalkan saja masyarakat setempatnya petani tambak dan nggak berternak hewan-hewan yang tertulis dalam daftar wajib zakat seperti diatas?.

Rasyid Rida dalam bukunya pernah menulis bahwa fiqh adalah merupakan ijtihad ulama-ulama dahulu, dimana ijtihad itu tak bisa terlepas dari pengaruh lingkungan setempat, dan belum tentu sesuai bila dipakai di lingkungan yang berbeda. Mungkin kita perlu menelaah kembali tentang qoul qodim dan qoul jadidnya imam Syafi'i, tentunya kita bisa melihat bahwa perkembangan zaman menuntut para ulama untuk mengambil ijtihad yang baru yang mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada masanya.

Menurut hemat penulis para ulama pada zaman ini perlu kiranya mampu menggali hukum dari dua sumber hukum utama yaitu Al Qur'an dan hadist untuk memenuhi pergeseran budaya dari masa ke masa agar kita yang menjadi masarakat awam tidak terjebak pada kejumudan berfikir, dan seolah memaksakan perbuatan menurut kaidah lama, padahal hal demikian hanyalah seperti perbuatan orang munafik, dan bahkan hingga menjadi radikal seperti yang pernah saya lihat dalam memerangi kemungkaran dengan membawa pedang dan berpakaian dengan model pakaian orang arab kuno, akibat memakan mentah-mentah teks Al Quran dan hadist.

Pedang pada saat ini adalah senjata paling lemah dalam berperang, sebab senjata itu adalah senjata yang mampu mengimbangi musuh pada zaman nabi, dan kalau kita berfikir sebenarnya kita tidak lagi memakai pedang akan tetapi memakai rudal yang bisa mengimbangi musuh islam, perang saat ini adalah perang dengan kemampuan berfikir, nah kalau pikiran kita jumud tentunya tak akan mampu mengimbangi musuh apalagi untuk mengalahkannya.

alliem,

15 juni 2005
Rekonstruksi yes, dekonstruksi no

[+/-] Selengkapnya...

Bermadzhab Itu Perlu 1

Bermadzhab Itu Perlu 1
Oleh : Mochammad Moealliem

Dalam kamus kontemporer arab-indonesia madzhab mempunyai banyak arti diantaranya bermakna : doktrin, ajaran, aliran, teori, ideologi, pendapat, dll. Namun sebenarnya tanpa definisi-definisi tersebut kita sudah bisa memahami makna madzhab secara umum. Sering kita mendengar aturan yang kita pakai dalam beribadah baik ibadah yang sifatnya jasmani, rohani, maupun keduanya, kita masyarakat indonesia tak lepas dari yang namanya madzhab ini.

Satu misal kita pernah mendengar aturan ahlusunnah Indonesia dalam beribadah dengan memakai salah satu dari empat madzhab besar yaitu Syafii, Hanafi, Hambali, Maliki. Kemudian dalam bertasawuf mengikuti madzhab imam al Ghozali, dalam bertoriqot mengikuti madzhab Naqsabandi dan sebagainya.

Perlukah kita bermadzhab? sebuah pertanyaan yang membuatku ingat sebuah malam ketika sedang mempersiapkan ujian beberapa waktu lalu, seseorang yang membuatku kagum akan ketekunannya dalam belajar membuatku sadar bahwa seperti itulah aku seharusnya. Dalam sebuah asrama yang begitu luas yang tertata rapi tempat duduk disetiap trotoarnya dari jalan raya dalam asrama yang baru saja rapi dari lubang perbaikan saluran air bawah tanahnya, dengan udara musim semi yang segar bersama daun-daun yang sedang bersemi dari kekeringan. disorot lampu-lampu kota yang begitu terang aku memilih tempat duduk yang kosong agar bebas bersuara menghafal materi yang mau diujikan, meski terkadang masih saja bubar secara seporadis ketika telah masuk ruangan.

Kursi yang memanjang itu aku duduki dengan seseorang yang lebih dulu duduk disitu, sambil memaksa untuk hafal apa yang aku baca, datanglah sesorang menghampiri tempat duduk itu, dan aku kenal wajah serta negaranya meski belum kenal namanya, anak dari China yang tiap malam mondar-mandir ditengah jalan ini sembil membaca buku( maklum jalanya milik asrama, jadi nggak ada mobil lewat )dengan agak keras biasanya anak china ini melafalkan bacaannya yang berbahasa inggris yang terlihat susah sekali untuk lidah china, namun semangatnya begitu hebat dalam belajar.

Suatu malam, sejak ba'da isya atau pukul 10 malam sebab isya'nya jam 21.00, subuh jam 04.10 magribnya jam 20.00 (untuk musim panas) anak China itu sudah ada disitu dan aku, namun dua jam setelahnya aku sudah ganti acara, sebab sudah terasa puyeng dipaksa apapun nggak bakalan masuk. Hingga malam yang sempit itu berlalu tanpa terasa subuh pun semakin mendekatkan ujian yang harus aku lewati. Heran aku melihat anak China itu masih membaca buku ditempat itu sewaktu aku menuju masjid. Mungkin aku sedang menderita penyakit sok pintar yang membuatku tak mampu seperti anak China itu.

Tiba-tiba anak China itu menghampiri orang yang duduk disebelahku seorang syeikh yang sedang dalam mengikuti semacam pendalaman keilmuan di al azhar selama tiga bulanan utusan dari negara Aljazair, akhirnya mereka ngobrol karena aku disebelahnya aku ikut terhibur dengan kenangan kebodohanku dalam berbahasa asing awal-awal dulu, dan itu keluar dari anak china itu. Aku sesekali tersenyum ketika apa yang dimaksudkan berbeda dengan diucapkan dan sesekali dijelaskan dengan bahasa inggris, hingga akhirnya keluar sebuah petanyaan yang remeh tapi penting dari anak China itu.

Dia berkata pada syeikh itu: "Kenapa Islam dalam beribadah memakai fiqh, kenapa nggak cukup dengan Al Qur'an dan Hadist?"

Kembali masalah Madzhab...

Dalam benak saya tujuan beribadah adalah mencapai keridloan dari-NYA. Baik dalam mematuhi segala perintahnya dan menjauhi larangannya atau dalam menuruti kehendak NYA dan ikhlas menerima segala yang dibalaskan, serta setia dalam mencintainya tanpa adanya "poligami" dalam mencintaiNYA.

Tentunya dalam mencintai dibutuhkan sebuah pendekatan-pendekatan yang mampu mengunggkap rahasia dibalik tabir agar apa yang kita lakukan sesuai dengan keinginan NYA.

Alliem,

14 juni 2005
Bersambung ke bagian 2


[+/-] Selengkapnya...

1001 Malam 02

1001 Malam 02
Oleh : Mochammad Moealliem

Kisah seribu satu malam [0000]
Sebelum malam pertama [2]

Kisah seekor sapi dengan khimar

Sang ayah (menteri red) berkata: Ketahuilah nak!, dulu ada seorang saudagar yang kaya akan harta benda dan binatang ternak, dia juga punya istri dan anak yang sedang menikmati hidupnya diperkampungan bersama keluarganya, Allah memberinya ilmu bahasa binatang bla..bla..bla.., nah dirumahnya terdapat sapi dan khimar.

Suatu ketika sapi main ketempat khimar dan mendapati khimar yang lagi nyantai istirahat dan dalam comborannya (tempat makanan ternak) terdapat gandum saringan yang telah disiapkan oleh tuannya, dan sesekali tuanya menaikinya untuk keperluan lalu kembali lagi seperti itu lagi.

Hingga suatu saat saudagar itu mendengar sapi itu berkata kepada khimar.
sapi : "hanian lak, wa ana ta'ban", beruntung sekali kau dan aku payah, kau makan gandum, istirahat, dan sesekali kau dinaiki tuan kita, beda dengan aku yang hanya untuk membajak dan menggiling".
Khimar : "Nanti kalau kamu keluar ke kebun, dan mereka menaruh rakitan dilehermu duduklah atau duduk-berdiri meskipun mereka memukulmu, dan ketika kamu diberi kacang-kacangan janganlah kamu makan seolah-olah kamu lemah, dan jangan makan beberapa hari, dan istirahatlah".

Saudagar pemilik mereka telah mendengar perkataan mereka berdua (sapi dan khimar) ketika penggembala itu memberikan makanan ke tempat sapi, sapi pun hanya memakanya sedikit, dan penggembala pun membawanya kekebun untuk membajak, namun melihat sapi begitu lemas lunglai, penggembala pun gelisah melihat keadaaan ini. dan berucap : "ini akibat kerja yang terlalu berat kemarin". Kemudian penggembala itu laporan pada tuan saudagar dan berkata : tuanku, sapi ini nggak sehat karena makanan yang saya sajikan tadi malam tidak sedikitpun dimakan". Saudagar pun sudah tahu kejadian sebenarnya, lalu berkata : ya sudah, ganti aja dengan khimar untuk menggantikan rutinitas sapi sehari penuh".


[+/-] Selengkapnya...

1001 Malam 01

1001 Malam 01
Oleh : Mochammad Moealliem

Kisah seribu satu malam [0000]
Sebelum malam pertama

CERITA RAJA SYAHRIAR DAN SAUDARANYA SYAH ZAMAN

Dahulu kala ada seorang raja dari raja-raja suku sasan di kepulauan india dan china yang mempunyai bala tentara, pembantu, pengiring, dll. Sang raja ini memiliki dua putra, satu yang besar dan satunya lagi masih kecil, keduanya ahli dalam memacu kuda, namun yang besar ini lebih lihai dari si kecil dalam berkuda, dan telah menjadi raja suatu negara , yang berlaku adil terhadap rakyatnya dan dicintai oleh masyarakatnya, namanya raja syahriar dan nama si kecil raja syah zaman raja dari suku samarkhan.

Keadaan adil terhadap rakyatnya itu tidak berubah diantara kedua raja ini selama 20 tahun. Dinegaranya masing masing keadilan berjalan dengan penuh kelapangan dada selama masa itu, pada suatu ketika raja syahriar merindukan adiknya, si syah zaman, diperintahlah seorang menteri untuk menjemput si syah zaman.

Menteri pun berangkat dan sampai pada kerajaan syah zaman dengan selamat, sang menteri menghadap kepada saudara rajanya dan menyampaikan salamnya, dan memberitahukan bahwa kakaknya merindukannya, dan meminta raja syah untuk bersedia datang ketempat kakaknya, raja syah pun mengabulkan undangan kakaknya itu dan langsung mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan selama perjalanan, mulai dari kendaraannya (unta) karena belum ada yang mejual tiket pesawat, tenda, dan yang lain. Akhirnya raja syah menyuruh menterinya untuk mengurusi negerinya yang ditinggalkan untuk menemui saudaranya yang merindukan kehadiranya.

Di tengah perjalanan tiba-tiba raja syah ingat sesutu yang tertinggal di istana, kemudian raja syah kembali ke istana untuk mengambil sesuatu yang tertinggal, dan mendapati istrinya sedang mabuk dan bernyanyi ,dunia pun terasa gelap di mata raja syah dan berkata dalam hatinya:

"Jika hal semacam ini telah terjadi sebelum aku meninggalkan kota, bagaiamana dengan nanti kalau aku dinegeri saudaraku beberapa waktu?"

Akhirnya raja Syah memukul istrinya dengan sebatang kayu, lalu mencabut pedangnya dan terbunuhlah istrinya itu, dan melanjutkan rencana kepergiannya ketempat kakaknya sesuai dengan yang dijadwalkan, setelah mendekati kota yang dituju raja syah mengirim utusan kepada kakaknya untuk memberitahukan kedatanganya. Kakaknya pun menyambut kedatangan adik yang dirindukanya dengan kegembiraan yang luar biasa seperti kegembiraan sang ibu menjemput anaknya yang pulang dari Mesir dan menemuinya kemudian duduk dan ngobrol bersamanya.

Insiden yang terjadi pada istri raja Syah masih terasa memenuhi bayang-bayang di otaknya dan menyisahkan kisah sedih yang dalam, sehingga menjadikan tubuhnya lemah serta wajah yang redup menguning. Mengetahui keadaan adiknya yang begitu lemah dan menguning raja Syahriar mengira itu akibat sang adik meninggalkan negeri yang dicintainya, akhirnya raja Syahriar pun diam tanpa banyak tanya tentang sebabnya.

Pada suatu ketika raja syahriar pun bertanya kepada adiknya: " dik..aku lihat tubuhmu lemas dan berwajah redup menguning". Raja Syah zaman pun menjawab : " kak...batinku sedang sakit" . Tanpa menjelaskan permasalahan yang sebenarnya. Raja Syahriar kemudian :"Bagaimana kalau kita berburu bersama biar kekhawatiranmu reda". Namun si kecil Syah zaman menolaknya.

Pada akhirnya si Syahriar pergi berburu sendiri, dan si Syah zaman tetap berada dalam istana yang terdapat mini jembatan yang menghubungkan ke taman bunga, dalam kerajaan kakaknya, akhirnya si Syah jalan-jalan melewati jembatan itu tiba-tiba si Syah dikagetkan dengan terbukanya pintu istana dan keluar dari pintu itu 20 budak wanita, 20 budak pria dan istri kakaknya berjalan diantara budak-budak itu dengan keindahan dan kecantikan yang sempurna. Hingga si Syah melihat istri kakaknya sampai ke sebuah air mancur dan duduk di bibir kolam sambil bermabuk ria, bermain, bernyanyi, bernasyid (berlagu) hingga malam menjemput. Seketika itu si Syah berkata dalam hatinya: "hal ini lebih parah daripada yang terjadi padaku".

Setelah itu kakaknya datang dari berburu mereka saling bersalaman dan sang kakak mendapati wajah adiknya sudah kembali cerah dan nafsu makanya normal dari sebelumnya, sang kakak (Syahriar) lalu bertanya

Syahriar : "Kemarin aku lihat wajahmu kusut dan sekarang begitu cerah" .
Syah zaman :"Adapun perubahan pada warnaku akan aku katakan padamu, dan maafkan aku dengan kabar ini"
Syahriar :"Beritahu aku dulu apa yang menjadikan wajahmu redup menguning itu"
Syah zaman : "Ketahuilah kak..sewaktu kamu mengirim menteri kepadaku agar aku datang kepadamu, aku siapkan segala sesuatunya dan berangkat keluar kotaku, kemudian ditengah perjalanan aku ingat manik-manik yang kau berikan padaku tertinggal di istana, lha...kok istriku minum khomr dan bernyanyi lalu aku membunuhnya dan aku datang padamu dengan terus berfikir masalah itu. Itulah sebab redup menguningnya wajah dan lemah tubuhku, dan apa yang bisa membuatku kembali cerah? Aku mohon maaf untuk mengatakanya."

Mendengar ucapan seperti itu kakaknya jadi lebih penasaran dan bilang

Syahriar : "Demi tuhan nggak bakal aku maaf kecuali kamu menceritakannya padaku"

Maka Syah zaman menceritakan segala yang ia lihat sewaktu kakaknya keluar dari istana untuk berburu. Lalu Syahriar berkata pada adiknya : "bagaimana aku bisa melihatnya sendiri". Adiknya menjawab : umumkanlah bahwa engkau akan berburu dan sembunyilah kau ketempatku maka engkau akan melihatnya, dan bisa memastikannya".

Kemudian rombongan pemburu sudah berangkat dengan para pengawalnya, namun sang raja sengaja tidak ikut rombongan, dengan menyelinap sang kakak menuju tempat adiknya, satu jam kemudian sang kakak mendapati apa yang diceritakan adiknya sampai adzan ashar. Setelah melihat hal tersebut raja Syahriar marah besar hingga akalnya terbang dari kepalanya dan bersyair:

Janganlah engkau terlalu percaya terhadap wanita
Dan jangan percaya dengan janji-janjinya
Maka akan kau lihat kepalsuan cinta kasihnya
Penghianatan adalah baju perangkapnya


Kejadian yusuf adalah contohnya
Akan engkau lihat penghinaannya
Atau apa yang kau lihat pada ayahmu
Adam yang terlempar keluar karenanya

Kemudian raja Syahriar pergi taman itu dengan akal yang terbang dari kepalanya, dan menebas leher istrinya, dan para budak-budak itu laki maupun perempuan, dan menjadikan gadis-gadis sebagai istrinya lalu dibunuhnya, kegaduhan pun terjadi dan orang-orang pada lari semburat secara seporadis untuk menyelamatkan anak-anak gadisnya dari kemarahan sang raja ini, sang raja pun memerintahkan menteri untuk membawa gadis seperti hari-hari sebelumnya, namun sang menteri tidak mendapati gadis-gsdis itu di kota, kemudian pulanglah si menteri itu dengan wajah masam dan takut akan kemarahan sang raja.

Menteri yang mempunyai dua anak gadis, yang yang sudah lumayan gede bernama syahruzad dan yang masih kecil bernama dunyazad. Gadis anak pak menteri yang gede ini sudah membca berbagai buku tentang sejarah dan perjalanan raja terdahulu, dan ada yang mengatakan dia telah mengumpulkan 1000 buku dari buku sejarah yang berhubungan dengan umat-umat terdahulu, raja-raja, para penyair dll. Dan berkata bada ayahnya: "bolehkah aku tahu apa yang menyebabkan ayah begitu sedih"
Ada juga yang mengatakan dalam syair

Katakan pada orang yang punya kesedihan
Sesungguhnya kesedihan itu tak akan hilang
Seperti sesuatu penghilang kebahagiaan
Seperti itu pulalah penghilang kesedihan

Akhirnya sang menteri bercerita dari Mesir sampai Jakarta, dari A sampai Z, tentang apa saja yang terjadi antara dia dengan sang raja, kemudian si gadis dewasa syahruzad berkata pada ayahnya : Demi tuhan, kawinkanlah aku dengan raja itu, adakalanya aku akan hidup atau aku menjadi sebuah tebusan untuk generasi muslim, dan ringkasan cerita itu akan anda nikmati setelah ini, ayahnya berkata: "Demi tuhan jangan kau menjadikan dirimu dalam bahaya selamanya". Syahruzad menjawab: " maka dari itu", ayahnya berkata lagi : aku khawatir padamu akan kejadian yang menimpa seekor sapi dan seekor khimar dengan pemilik ladang, syahruzad bertanya :' emang apa yang terjadi pada keduanya"

Alliem,

14 juni 2005
Bersambung....

[+/-] Selengkapnya...

Masjid Lintas Madzhab

Masjid Lintas Madzhab
Oleh : Mochammad Moealliem

Perlukah kita bermadzhab? sebuah pertanyaan yang tidak akan saya jawab pada tulisan ini, disini akan saya coba ceritakan fenomena lintas madzhab yang begitu harmonis yang saya ikut andil secara langsung didalamnya meski masih seluas kacamata pikir saya yang dibawah rata-rata.

Sebenarnya hal semacam ini sudah anda saksikan baik lewat media maupun anda datang kelokasi yang semacam ini, misalkan saja anda pergi haji atau umroh anda akan mendapati berbagai beranaka ragam corak manusia dengan cara beribadah yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, dan tidak dibenarkan menyalahkan cara orang lain dalam beribadah namun kita perlu memilih manakah yang sesuai untuk kita.

Hal semacam diatas pernah membuatku bingung ketika aku berjamaah dengan penduduk Makkah waktu itu, ketika itu sang imam atau orang Makkah itu baru saja selesai dari wudlunya, langsung saja dia menjadi imam dan aku menjadi makmumnya dan setelah takbirotul ihrom sang imam itu membetulkan pakaian yang disingsingkanya waktu wudlu, lalu aku mendapat kejanggalan dan terbesit pertanyaan usil dalam hati, "orang ini pakai madzhab yang mana, dimana madzhab ini memperbolehkan gerak selain yang seharusnya dalam sholat lebih dari tiga kali". namun aku yakin itu tidak salah sebab banyak juga makmum selain aku disitu.

Itu adalah yang terjadi di Makkah waktu itu, namun dalam tulisan ini hanya seputar tempat aku menulis hal ini, yaitu di asrama mahasiswa luar Mesir (foreign islamic students), tentunya bukan saja dari Indonesia (Syafi'i) akan tetapi banyak pula yang bermadzhab selain Syafi'i, meski aku kurang bisa membedakan antara pengikut madzhab-madzhab yang lain sebab yang aku tahu baru Syafi'i dan kadang hal itu belum sempurna.

Hari Jum'at adalah hari dimana kita (laki-laki) wajib melakukan jum'atan dan sesuai aturan madzhab Syafi'i jum'atan akan menjadi sah jika dalam melakukannya memenuhi beberapa syarat diantara syarat yang diharuskan oleh imam Syafii adalah terdapatnya 40 orang yang mustawthin padahal penghuni asrama ini adalah bukan mustawthin akan tetapi termasuk golongan mukimin yang sebanyak apapun jumlahnya tak akan bisa menjadikan jum'atan itu sah menurut Syafii, itu masalah yang pertama.

Yang kedua : ta'adud al jum at atau jumatan yang dilakukan satu kawasan dibeberapa tempat yang sering diperdebatkan di Indonesia, dekat dengan lokasi asrama ada empat masjid yang seolah berada distiap sudut asrama dan semua masjid itu menggelar sholat jum'at pada waktu yang sama.

Nah..dalam hal ini agar bisa meraih pengetahuan yang luas mari kita diskusikan, bagaimana pendapat anda sebagaimana anda mempelajari buku buku yang berserakan?

Bagaimanakah hukum jumatan?
dan bagaimana pula dengan taadud al jum atnya?


[+/-] Selengkapnya...

Perempuan Tak Perlu dibela

Perempuan Tak Perlu dibela
Oleh : Mochammad Moealliem

Tentu saja ketika anda membaca judul diatas akan merasa aneh terlebih jika anda adalah seorang perempuan, namun itulah judul sebuah makalah dalam diskusi kemarin tentang feminisme.

Ketika pertama kali saya membaca judul makalah itu, saya teringat ketika membaca buku "Tuhan tak perlu di bela" abdurahman wahid. Namun ketika aku coba baca makalah kebawah sedikit ternyata sangat berbeda jauh dengan buku yang judulnya ditiru pemakalah diskusi untuk memancing sebuah pertanyaan itu.

Dalam buku TTPDB ( Tuhan Tak Perlu dibela) disana di jelaskan bahwa kita perlu membela manusia karena sifat manusia adalah lemah dan hanya tuhanlah yang maha kuat, nah dari situ rasanya ada sebuah perbedaan pandangan dari "perempuan tak perlu dibela", saya rasa kita perlu sekali membela manusia dari manusia, jika tidak tentunya ada alasan yang mendasar yang sedemikian sehingga mereka tidak membela manusia.

Jika perempuan tak perlu di bela, tentu mereka masih dalam kondisi yang tidak terhormat, Islam sangat membela perempuan, sejarah mencatat bahwa Islam memberi pembelaaan atas kehidupan perempuan, dan mengangkatnya dari penghinaan semasa jahiliyah dulu, Islam memberi hak waris pada perempuan yang hal itu tidak terjadi pra Islam, tentunya pembelaan itu kini telah dilupakan oleh perempuan sendiri.

Feminisme yang berkembang saat ini pada dasarnya bukan untuk membela perempuan akan tetapi untuk menuntut sebuah kesamaan dari sebuah bagian yang tidak sama. hingga berkembang dan tak akan pernah selesai dengan didiskusikan. kalo toh ada yang mengatakan perempuan tak perlu di bela, itu hanyalah omong kosong, atau merupakan sebuah ketidak mampuan untuk membela orang lain.

Tidak ada manusia didunia ini yang tak membutuhkan pembelaan, kecuali dia sudah tidak hidup dalam kehidupan ini.


Alliem,

Senin, 21 Februari 2005


[+/-] Selengkapnya...

10 Artikel Populer