12 November 2007

Percaturan Hidup Manusia

Percaturan Hidup Manusia
Oleh : Mochammad Moealliem

Kala udara mesir mulai berganti, setelah puas dengan udara dingin dan semi, benar-benar banjir sehari itu, tuts-tuts computer pun terbebani, kecantikan para bidadari terkurangi, langit menguning tanpa mentari, benar-benar aneh dunia ini, kenapa banjirnya bukan dengan air, namun dengan debu dan pasir yang bernyanyi.

Mungkin alam sedang bermain catur, yang selalu bergerak teratur, diberbagai medan dan waktu yang telah diatur, sementara kita hanyalah pion-pion kecil yang akan menemukan jati diri kita jika mampu melangkah maju 5-6 langkah kedepan dengan selamat, itu loh pion catur kalau nyampai akhir dengan selamat kan bisa milih mau jadi apa, asalkan pilihan itu bukan menjadi raja.

Kenapa catur warnanya hitam dan putih, juga warna ruang-ruangnya, ah betapa hal itu mengusik pikirku untuk menerka makna dibaliknya, atau setidaknya dapat memaknai sesuatu yang tercipta tanpa begitu repot mencari penemu catur itu sendiri.

Dalam pikir penulis manusia dalam kehidupanya selalu bermain catur yang terus menerus hingga waktu habis, betapa tidak, dalam kesendirian seorang manusia dia sedang bercatur antara hitam dan putih, kalau boleh dikiaskan percaturan antara nafsu dan nurani, antara malaikat dan iblis yang menjadi bagian dari kehidupannya, siapakah yang akan memenangkan percaturan itu? Pembaca bisa menentukannya.

Anehnya, manusia ketika terlahir ke dunia, maka dia makin tambah lawan caturnya, melawan alam, melawan lingkungan sekitar, manusia lainnya. Suatu saat dia menang dalam catur melawan seseorang, namun juga kalah dengan seorang yang lain, dan setiap kekalahan bukan berarti akhir dari permainan, sebab permainan ini terus menerus selama hidup manusia, jika saat ini akal kalah dengan nafsu, mungkin suatu saat akal akan mengalahkan nafsu, hanya orang-orang yang akalnya tidak berakal jika selalu kalah dengan nafsu.

Seorang manusia adalah papan catur dan buah caturnya, seperti kita akui bahwa manusia mempunyai dua hal, kebaikan dan keburukan, seperti itulah mungkin hati kita, hitam dan putih, namun itulah kehidupan, dalam setiap buah catur punya fungsi tertentu, ada yang selalu di putih, ada yang selalu di hitam, ada pula yang pindah-pindah, ada yang lincah ada juga yang lamban, ada juga yang zig-zag.

Pion selalu didepan, meski langkahnya step by step namun dialah benteng para pembesar dan jiwa kehidupan, suatu saat dia akan jadi korban, suatu saat dia jadi pahlawan, para pembesar dari pihak lawan tak akan berani dengan para pion yang bersatu terlebih mendapat dukungan para pembesarnya, kecuali punya maksud lain. Pion mungkin tau diri, untuk menjadi pembesar dia harus mampu melewati medan musuh tentunya hal itu ada waktunya.

Benteng (maaf penulis kurang tahu) pokoknya tempatnya di pojok kanan-kiri-belakang, satu di hitam satu di puth, dia mampu berjalan cepat maju-mundur dan kanan-kiri dengan catatan jalan terbuka baginya, jika si pion menutup jalan, dia pun tak berkutik.

Kuda, tokoh ini adalah tokoh yang paling berbahaya, sebab langkahnya zig-zag, tetap bisa bergerak meski jalan terkunci, asalkan punya tempat tujuan dia bisa kesana, pun juga ada dua, satu dihitam dan satu diputih, kalau ibarat pendekar dia bisa terbang dan melompati manusia.

Menteri, begitu penulis menyebutnya, ada juga yang menyebut cuncum, posisinya dekat dengan istana, gerakanya miring ke kanan atau miring ke kiri, kalau dibuat rel seperti huruf X, juga ada dua bagian hitam dan putih, hanya menterilah yang tidak bisa memilih warna ruangnya, sebab menteri putih selalu diputih semasa hidupnya, yang hitam juga selalu di hitam.

Diantara sekian buah catur, yang tidak punya kembaran hanya dua, Raja dan perdana menteri (ster), gerak raja seperti pion, hanya bisa melangkah step by step, namun punya kebebasan maju, mundur, nyamping, berbeda dengan pion yang hanya bisa maju atau berhenti. Namun pasangan raja yang tidak lincah itu, ada ster yang langkahnya begitu lincah, dia bisa berjalan apa saja, selain berjalannya kuda, dan dia bisa berjalan jauh dan dekat, kalau raja cuma yang dekat-dekat saja, maklum raja adalah simbol kehidupan, selagi raja aman dan bisa berjalan itu berarti masih hidup.

Permainan catur itu selalu gantian, antara putih dan hitam, dan yang bergerak juga bergiliran sesuai tujuan, namun tujuan utama adalah raja dipihak lawan tak punya ruang gerak lagi, alias nafsu tak punya ruang gerak lagi kalau nurani yang menang, Iblis tak punya ruang gerak lagi kalau malaikat menang, orang lain tak bisa berkutik kalau kita menang. Namun kita akan bermain lagi, adakah kita bisa bertahan untuk menang, atau akan terkalahkan.

Gunakan akalmu, karena kehidupan akan bernilai jika kamu berfikir, pun juga kehidupan catur akan menarik jika dengan berfikir. Afala tatafakkarun??

Alliem
Cairo, Selasa 12 Juni 2007
Masih Menjadi Pion


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Katakan pendapatmu kawan

10 Artikel Populer