07 November 2007

Sang Imam Menuai Protes

Sang Imam Menuai Protes
Oleh : Mochammad Moealliem

Dalam buku-buku fiqh klasik kita telah mendapat tahu bahwa seorang imam nggak boleh terlalu lama dalam sholat terlebih tidak mendapat izin dari makmumnya, atau tidak biasa begitu, mungkin kalau di Indonesia kita jarang sekali menemukan imam yang lama sholatnya, namun bukan berarti mereka mentaati hal diatas, hanya saja yang dihafal hanya yang pendek-pendek saja.

Sore pada tanggal 20 Desember 2005, masjid yang ketepatan aku berjamaah disitu dan memang masjid asrama tempat aku bertapa, dan masjid ini sangat unik sekali ketika sholat jum'at surat yang dibaca malah surat yang pendek-pendek berbeda dengan di Indonesia pada umumnya, namun kalau sholat lima waktu malah agak panjang-panjang.

Dengan agak cepat aku melangkah ke masjid terlebih sang imam sudah selesai baca fatihahnya, dan biasanya hal itu takkan terkejar dari pintu kamarku untuk rokaat pertama bersama imam, namun sore itu aku dengan lenggang kangkung (santai)mengikuti rokaat pertama bersama imam, dan lumayan lama, sebab yang dibaca satu surat yang lumayan panjang. Bagi saya biasa-biasa saja, hari-hari biasanya juga begitu, terlebih kalau ramadan 8 rokaat saja 2 juz bahkan lebih, makanya kalau satu surat yang dibaca sang imam sore itu saya rasa biasa-biasa saja.

Mungkin sang imam lagi hafal-hafalnya surat ini, terlihat beliau belum hafal betul sebab ditengah suatu surat yang dibaca terhenti sejenak untuk mohon bantuan para makmum untuk memberitahukan ayat selanjutnya, dua rokaat magrib yang panjang itu akhirnya dipungkasi dengan salam sebagai tanda sholat magrib sudah selesai.

Selesai salam suasana ruang masjid nggak seperti biasanya tenang, wajar dan sebagainya, namun banyak dari kawan-kawan yang menggerutu, terlebih kawan-kawan afrika mereka terkenal berani protes, akhirnya mereka pada maju mendatangi imam dan memberitahukan kepada sang imam agar jangan lama-lama, soalnya ini sholat magrib, kawan-kawan dari indonesia cuma jadi pengamat termasuk saya, terbesit tanya, ada apa? dan siapa sih imamnya? dari mana?

Memang hari itu musim ujian termin 1 (musim dingin) meski tidak semuanya mulai hari itu, dari kawan-kawan rata-rata belajar total bahkan masjid pun tak pernah sepi walau tengah malam terlebih musim dingin, belajar di taman bisa membahayakan kesehatan meskipun berbaju rangkap empat, jadi pada masuk didalam masjid.

Seorang imam muda warga negara mesir, dan kayaknya orang baru, sebab imam di masjid ini bebas, dan yang sering teman-teman sendiri dari warga Afrika tanpa aku tahu negaranya, karena susah sekali, yang jelas kalau boleh kita katakan warga kulit hitam, sama halnya mereka membedakan kita Indonesia, Malaysia, Philiphin, Brunei, Tailand mereka akan menyebut Asiawiyin atau orang asia.

Untuk itu jika anda menjadi imam, menjadi ketua, menjadi Rt, menjadi lurah sampai menjadi presiden, kalau membuat kebijakan harus disesuaikan dengan kehendak makmum atau masyarakatnya agar diakhir nanti anda tidak menuai badai protes.

Alliem,

20 Desember 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Katakan pendapatmu kawan

10 Artikel Populer